Skoliosis Sedang : Pantangan Dan Larangan Bagi Penderita Skoliosis

Skoliosis SedangTulang yang kuat, sehat dan sempurna adalah impian semua orang. Mengingat bahwa keberadaannya penting untuk tumbuh kembang fisik. Di Indonesia tidak sedikit anak-anak yang mengalami skoliosis sedang yang muncul di masa pertumbuhan yaitu usia 10-15 tahun. 

Namun sebelum itu Anda harus memahami terlebih dahulu apa pengertiannya, kemudian apa saja yang tidak boleh dilakukan dan tempat mana yang paling recommended untuk mengatasi jenis skoliosis ini. 

Jenis-Jenis Skoliosis 

Skoliosis sedang
Skoliosis sedang

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa skoliosis merupakan sebuah kondisi dimana tulang belakang mengalami pembengkokan ke samping dan membentuk huruf S atau C. Berdasarkan derajat kelengkungannya, skoliosis dibagi menjadi tiga. 

Pertama adalah skoliosis ringan yaitu sudut tulang belakang melengkung kurang dari 20 derajat. Kedua adalah skoliosis sedang yang akan menjadi pembahasan utama pada pembahasan ini yaitu kelainan yang ditandai dengan kurva atau lengkungan tulang belakang sebesar 40-45 derajat. 

Pada jenis sedang ini skoliosis bisa berkembang menjadi berat jika tidak ditangani dengan latihan atau penggunaan alat penyangga (korset). Berbeda dengan skoliosis yang ringan, walaupun tanpa pengobatan khusus sudah bisa teratasi. 

Ketiga adalah skoliosis berat yang sudut cobb nya lebih dari 45 derajat dan membutuhkan tindakan bedah. Sebelum mengetahui anak Anda masuk dalam kategori yang mana, maka diperlukan rontgen khusus, dan harus mematuhi prosedur rontgen skoliosis yang ada. Namun apabila sudah didiagnosa, maka ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan. 

Jangan Lakukan Ini Ketika Anak Mengalami Skoliosis Sedang 

Memiliki buah hati adalah idaman semua orang. kasih sayang terhadapnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Orang tua dimanapun pasti terpukul ketika anaknya didiagnosis menderita skoliosis karena berpotensi untuk tumbuh kembang fisiknya. 

Oleh karena itu, agar tidak semakin parah maka Anda harus menggunakan alat penyangga tulang belakang atau korset. Pun juga ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, terutama untuk penderita skoliosis kategori sedang. 

  • Terlalu Sering Menggunakan Ponsel 

Anak-anak memang sangat mencintai gadget mereka, karena di dalamnya terdapat hiburan dan hal seru lain yang bisa dimainkan. Ternyata hal ini tidak diperbolehkan bagi anak yang menderita skoliosis karena menundukkan kepala akan memperburuk pembengkokan tulang belakang.

Sekalipun bukan penderita skoliosis, membungkukkan leher memang bukan kebiasaan yang baik. Mulai dari sekarang hindari pemakaian ponsel atau gadget lainnya, kalaupun terpaksa, maka ajarkan anak untuk meletakkannya sejajar dengan mata agar tidak perlu menunduk. 

  • Membawa Barang Berat 

Aktivitas anak-anak yang cukup banyak, mengharuskan ia membawa barang-barang yang berat ketika pergi ke sekolah atau bermain. Nah sebagai orang tua, maka Anda harus memperhatikan apa isi tas anak. 

Anda harus mengurangi barang-barang yang tidak terlalu penting agar tulang punggung tidak merasa tersiksa karena menggendong tas terlalu berat. Selain itu jangan perbolehkan anak membawa tas hanya disampirkan di sebelah pundak saja agar derajat kemiringan tidak semakin parah. 

  • Bermain Sepak Bola 

Bagi anak-anak terutama laki-laki, sepak bola adalah hal yang menarik bagi mereka dan baik untuk kesehatan. Sayangnya ini tidak berlaku bagi penderita skoliosis sedang karena akan berakibat buruk. 

Bermain sepakbola rawat dengan benturan, senggolan hingga terjatuh, sehingga kemungkinan cedera tulang belakang akan semakin besar. Resiko ini tentunya lebih besar jika sang anak sudah menggunakan pen metal di tulang belakangnya. 

Maka dari itu, sebagai orang tua yang baik Anda harus mengingatkan anak-anak akan hal ini dan sebagai gantinya alihkan ke permainan lain yang lebih aman. 

  • Berenang 

Ketika anak Anda merengek ingin berenang, maka boleh dilakukan sesekali saja. Namun tidak untuk jangka waktu yang lama apalagi berkompetisi. Hal ini tentu akan memberikan dampak buruk bagi tulang belakang. 

Selain itu, dilansir dari halaman Treating Scoliosis, intensitas berenang yang sering juga dapat menyebabkan pembengkokan tulang punggung semakin buruk. Sampai sini apakah bisa dipahami? 

  • Lari Jarak Jauh 

Menderita skoliosis bukanlah kabar yang baik bagi orang tua yang anaknya sangat aktif dan gemar berlari jauh, karena hal ini harus dihindari. Tujuannya agar meminimalisir potensi terbentur permukaan keras seperti bebatuan yang dapat memperparah kebengkokan tulang belakang. 

Analogi sederhananya, paku yang bengkok jika dipukul dengan benda keras maka akan semakin bengkok. Sebaiknya hindari lari jarak jauh ya! 

  • Tidur dalam Posisi Telungkup 

Tahukah Anda bahwasanya tidur dalam posisi telungkup membuat tulang belakang menjadi datar, sehingga bagi penderita skoliosis sedang posisi ini tidaklah baik. Dampak buruknya akan menjalar ke tulang lainnya, apalagi jika kepala sudah menghadap ke samping, tulang belakang akan terpelintir. 

  • Melompat di Trampolin 

Bagi anak-anak bermain trampolin memanglah hal yang menyenangkan. Namun ternyata tidak boleh dilakukan bagi penderita skoliosis karena akan berakibat fatal. Gerakan melompat akan memberikan tekanan yang berat terhadap tulang belakang, sehingga semakin memperburuk pembengkokannya.

Jadi itu dia beberapa pantangan bagi anak-anak penderita skoliosis kategori sedan. Sebagai orang tua harus benar-benar mengawasi jangan sampai anak melakukan beberapa hal di atas. 

Tempat untuk Menangani Skoliosis Sedang Paling Recommended 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwasanya penderita skoliosis kategori sedang bisa ditangani dengan menggunakan korset. Satu-satunya tempat yang paling recommended untuk pembuatan korset ya hanya di Kurnia Putra Ortopedi. 

Macam-macam korset yang disediakan bervariasi, diantaranya adalah sebagai berikut: 

  • Boston Brace 

Boston brace merupakan korset yang paling sering digunakan karena bekerja dengan cara memberikan tekanan yang korektif di bagian luar kurva. Selain itu ia juga memotong area sesuai dengan sisi kurva sehingga tulang belakang bisa bergeser ke arah tersebut. 

  • Wilmington Brace 

Jenis yang kedua adalah wilmington brace. Kelebihannya bisa disesuaikan berdasarkan gips yang sudah dicetak sebelumnya di posisi badan pasien ketika berbaring dan menghadap ke atas. Seseorang yang menggunakan korset jenis ini akan merasa seperti sedang mengenakan jaket ketat. 

  • Milwaukee Brace 

Milwaukee brace ini pertama kali ditemukan pada tahun 1940 an, namun bentuknya masih besar, tidak seperti sekarang ini. Biasanya digunakan untuk penderita skoliosis sedang dengan kurva yang lebih tinggi pada bagian cervical spine atau thoracic. 

  • Charleston Bending Brace 

Produk keempat yang ditawarkan oleh Kurnia Putra Ortopedi adalah charleston brace yang penggunaannya dilakukan dengan terbaring. Kelebihannya bisa mengikat lebih kuat tanpa harus membatasi gerak kepala dan panggul yang tidak seimbang. 

  • Providence Brace 

Providence barce bekerja dengan mengangkat satu bahu. Secara langsung korset jenis ini menerapkan gaya lateral dan posisi rotasi kurva tulang belakang. Hal inilah yang membuat korset ini bisa mendorong ke arah center (pusat). 

Anda bisa menghubungi langsung nomor whatsapp yang tersedia di website kurniaputraortopedi.com untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pemesanan korset. Dijamin deh kualitasnya tidak main-main dan cocok untuk anak penderita skoliosis. 

Skoliosis sedang tidak bisa dibuat remeh, jadi Anda juga harus mempercayakan pembuatan korset di tempat yang terpercaya juga. Ingat ya hanya di Kurnia Putra Ortopedi, harga terjangkau dengan kualitas oke. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *