Donec efficitur, ligula ut lacinia
viverra, lorem lacus.
Tangan Amputasi Diabetes : Pasca Tindakan Medis Solusi Memulihkan Fungsi Gerak
Tangan Amputasi Diabetes – Tindakan amputasi merupakan pengangkatan seluruh atau sebagian dari anggota tubuh karena rusak atau digerogoti penyakit. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk menyelamatkan bagian tubuh yang lain. Seperti pada tangan amputasi diabetes yang disebabkan oleh adanya penyakit diabetes.
Tindakan amputasi sendiri merupakan pilihan terakhir yang diambil untuk menghindari kerusakan yang lebih parah dan menjalar ke bagian tubuh lainnya. Karena biasanya luka sudah dirawat terlebih dahulu dalam waktu lama, namun luka infeksi tidak kunjung sembuh.
Daftar Isi
Apa Penyebab Tangan Amputasi Diabetes?

Penyakit diabetes atau sering disebut dengan istilah kencing manis merupakan jenis penyakit metabolik yang disebabkan oleh tingginya kadar gula di dalam darah. Diabetes sendiri dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu diabetes tipe I tipe II dan gestastional.
Tingginya kadar gula dalam darah membutuhkan penanganan yang tepat, karena jika tidak terkontrol dengan baik bisa menyebabkan resiko tindakan amputasi. Perlu diketahui bahwa kondisi diabetes akan berpengaruh pada sirkulasi darah dan bisa menyebabkan kerusakan saraf.
Peredaran darah yang tidak lancar (peripheral artery disease/PAD) serta gangguan saraf (neuropati diabetik) pada organ tubuh seperti kaki dan tangan pada penderita diabetes dapat meningkatkan resiko terjadinya luka atau ulkus.
Dalam hal ini, gangguan saraf atau neuropati pada penderita diabetes akan menyebabkan hilangnya sensasi rasa nyeri dan baal di ujung saraf. Sehingga ketika mengalami luka kecil seperti tergores atau tertusuk maka penderita diabetes cenderung tidak menyadarinya.
Sementara gangguan dalam sirkulasi darah atau PAD pada penderita diabetes akan menyebabkan luka sulit sembuh, sehingga meningkatkan resiko terjadinya infeksi dan kematian jaringan. Akibatnya, bagian tubuh seperti tangan atau kaki harus diamputasi untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.
Gejala Diabetes yang Memiliki Resiko Amputasi
Bagi Anda yang menderita penyakit diabetes atau memiliki resiko tinggi mengalami diabetes, sebaiknya memperhatikan gejala-gejala diabetes yang beresiko amputasi seperti berikut ini:
- Adanya lenting
- Bengkak pada bagian kaki atau tangan
- Adanya luka terbuka
- Cantengan atau ingrown toenails
- Kutil pada telapak kaki
- Ulkus atau luka yang tidak kunjung sembuh
- Sensasi rasa hangat pada satu bagian kaki atau tangan
- Kemerahan
- Berdarah secara aktif
- Ulkus atau luka yang dalam hingga tulang terlihat
- Adanya perubahan warna pada kulit
- Ulkus atau luka berukuran lebih dari 2 cm
- Bau tidak sedap pada ulkus atau luka
- Nyeri pada area ulkus atau luka
Jika menemukan gejala seperti yang telah disebutkan di atas, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan dan penanganan luka yang tepat. Dengan demikian, maka resiko tindakan amputasi bisa dihindari sedini mungkin.
Cara agar Terhindar dari Resiko Amputasi pada Penderita Diabetes

Tangan amputasi diabetes sebenarnya masih bisa Anda hindari resikonya dengan melakukan beberapa cara seperti berikut:
-
Menjaga dan Mengontrol Kadar Gula dalam Darah
Perlu diketahui bahwa kadar gula yang normal dan terkontrol dengan baik akan sangat mengurangi resiko terjadinya tindakan amputasi pada organ tubuh seperti tangan atau kaki. Anda bisa menjaga dan mengontrol kadar gula dalam darah dengan cara berikut ini:
- Menjaga berat badan ideal dengan melakukan diet yang seimbang dan teratur.
- Membatasi konsumsi gula pada makanan maupun minuman.
- Hindari stress dan rutin berolahraga.
- Mengkonsumsi obat diabetes atau insulin sesuai dengan anjuran dokter.
- Rutin mengecek dan memeriksa kadar gula darah.
-
Melakukan Perawatan pada Tangan dan Kaki
Bagi penderita diabetes, memeriksa kondisi tangan dan kaki sangatlah penting. Hal ini berkaitan dengan adanya gangguan sirkulasi darah dan neuropatik yang menyebabkan penderita diabetes tidak menyadari saat terjadi luka.
- Secara rutin memeriksa bagian tangan maupun kaki apakah ada luka, lenting, lebam dan lain sebagainya.
- Menggerakkan jari-jari pada tangan dan kaki secara rutin untuk menstimulasi peredaran darah agar lebih lancar.
- Rutin menjaga kebersihan tangan dan kaki.
- Memastikan tangan dan kaki masih bisa merasakan sensasi dingin, panas dan nyeri.
- Rutin memotong kuku tangan dan kaki.
- Menggunakan kaos kaki yang kering dan sepatu dengan ukuran yang pas.
- Hindari berjalan kaki dengan kaki telanjang.
Apa yang harus Dilakukan jika Terpaksa harus Dilakukan Tindakan Amputasi?
Menjaga kadar gula darah agar terkontrol dengan baik serta memperhatikan gejala-gejala yang beresiko menimbulkan tindakan amputasi memang sangat diperlukan oleh penderita diabetes. Adanya gangguan pembuluh darah, saraf dan daya tahan tubuh penderita diabetes tidak boleh disepelekan.
Gangguan tersebut bisa menyebabkan organ tubuh seperti tangan atau kaki mudah mengalami luka yang kemudian menimbulkan infeksi dan sulit sembuh. Jika dibiarkan maka hal ini akan menyebabkan kematian jaringan sehingga diperlukan tindakan terakhir yaitu amputasi.
-
Perawatan Luka setelah Tindakan Amputasi
Adapun perawatan yang perlu dilakukan pasca tindakan tangan amputasi diabetes adalah sebagai berikut:
- Membersihkan tangan penderita diabetes dengan menggunakan kain kasa steril yang sudah dibasahi NaCL secara pelan-pelan dan jangan menutup luka terlalu ketat.
- Rutin kontrol ke dokter dan mengecek gula darah agar tetap dalam batas normal.
- Mengontrol gula darah dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat, kaya antioksidan dan membatasi makanan yang banyak mengandung gula sederhana.
- Melakukan cek kondisi tubuh secara berkala untuk mengantisipasi jika terdapat luka.
- Menjalani pengobatan yang teratur sesuai anjuran dokter.
-
Pemulihan Fungsi Anggota Tubuh Pasca Amputasi
Setelah luka amputasi sembuh dan kering, maka langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah mengembalikan fungsi anggota tubuh agar bergerak secara normal. Sebagai solusinya Anda bisa mempercayakan alat bantu ortotik prostetik di Kurnia Putra Ortopedi.
Kurnia Putra Ortopedi merupakan perusahaan yang fokus membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan ortotik prostetik, yaitu dalam bidang pembuatan kaki dan tangan palsu, jari palsu, telapak tangan dan kaki palsu, korset skoliosis, sepatu koreksi dan alat bantu lainnya.
Kurnia Putra Ortopedi telah berpengalaman selama 12 tahun dalam memberikan pelayanan ortotik prostetik dengan berbagai macam alat bantu gerak sesuai kebutuhan klien. Selain berpengalaman, perusahaan ini juga selalu mengutamakan kualitas dalam setiap produksinya.
Memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan menjadi tujuan utama perusahaan pembuat alat bantu gerak ini. Oleh karena itu, harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau dengan kualitas yang terbaik dan juga garansi mulai dari 6 bulan.
Perusahaan ini menyediakan berbagai macam produk sesuai kebutuhan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan alat bantu gerak pasca tindakan amputasi. Selain itu, produk yang dibuat juga bersifat customize sehingga disesuaikan dengan kondisi pemakainya.
Anda tidak perlu berkecil hati setelah menjalani tindakan tangan amputasi diabetes. Tindakan ini diperlukan agar kerusakan jaringan tidak semakin parah dan menjalar ke area lainnya. Anda bisa memulihkan fungsi geraknya menggunakan alat bantu yang terpercaya dari Kurnia Putra Ortopedi.
Bagi Anda atau keluarga yang telah menjalani tindakan medis tangan amputasi diabetes, Anda bisa menggunakan alat bantu gerak dari Kurnia Putra Ortopedi yang berkualitas dan awet. Untuk mengetahui informasi selengkapnya Anda bisa mengunjungi situsnya di https://kurniaortopedi.com/ .