Brace Skoliosis pada Ibu Hamil Aman dan Nyaman

Brace Skoliosis pada Ibu Hamil – Mengidap penyakit skoliosis memang kerap menimbulkan kekhawatiran, apalagi saat tengah mengandung buah hati. Skoliosis pada ibu hamil umumnya memang tidak berdampak pada janin, namun mungkin sang ibu yang akan mengalami ketidaknyamanan saat mengandung.

Kasus skoliosis yang tergolong berat biasanya akan membuat ibu hamil harus berjuang lebih dalam menahan ketidaknyamanan tersebut. Bagi Anda yang mengalami skoliosis saat kehamilan tak perlu khawatir, karena risiko masalah persalinan umumnya tidak terjadi karena penyakit ini.

Risiko Ketidaknyamanan pada Ibu Hamil Penderita Skoliosis

Skoliosis pada ibu hamil

  • Nyeri Punggung dan Pinggang

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penyakit skoliosis pada umumnya tidak akan menimbulkan risiko yang berkaitan dengan masalah persalinan, seperti pendarahan dan lain sebagainya.

Skoliosis hanya bisa menyebabkan ibu hamil merasa kesulitan dan sakit saat melakukan beberapa aktivitas. Menurut beberapa penelitian, ibu hamil yang mengalami skoliosis akan cenderung merasakan sakit punggung dan pinggang yang lebih berat dibandingkan ibu hamil biasanya.

  • Kesulitan Berjalan

Pada beberapa kasus ibu hamil yang memiliki derajat kelengkungan skoliosis yang besar juga akan mengalami kesulitan saat berjalan. Hal ini akan bertambah parah ketika ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang lumayan banyak.

Akibatnya, kaki ibu hamil yang tidak seimbang akan membuatnya sulit saat berjalan. Kesulitan ini terjadi seiring bertambah besarnya ukuran janin di dalam perut dan juga konsumsi ibu hamil yang semakin banyak demi memenuhi kebutuhan janinnya.

  • Menambah Kelengkungan

Ibu hamil yang sebelumnya sudah pernah melakukan perawatan ortopedi berkemungkinan besar akan mengalami pertambahan kelengkungan. Untuk itu, sangat disarankan agar selalu berhati-hati, terutama saat kehamilan memasuki trimester ketiga.

Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon kehamilan yang akan membuat ligamen menjadi lebih relaks. Keadaan inilah yang akan bisa menyebabkan derajat kelengkungan tulang belakang menjadi bertambah.

Pertambahan derajat ini kerap menimbulkan ketidaknyamanan seperti nyeri punggung, pinggul, serta kaki yang cukup hebat.

Selain beberapa ketidaknyamanan pada saat kehamilan, ibu hamil yang menderita penyakit skoliosis ternyata bisa menurunkan penyakitnya kepada sang bayi. Namun, peluang melahirkan bayi penderita skoliosis umumnya tidak begitu besar.

  • Kesulitan Bernapas

Skoliosis yang begitu parah dapat menimbulkan kesulitan bernapas pada ibu hamil. Perut ibu hamil yang mengalami pertambahan ukuran karena janin akan menyebabkan ruang bernapas menjadi lebih sempit.

Cara Mengurangi Risiko Skoliosis pada Ibu Hamil

Masalah ketidaknyamanan pada saat kehamilan dengan kondisi skoliosis bisa diminimalisir dengan beberapa cara. Hal ini bisa mengurangi keluhan nyeri pada punggung dan bagian lain yang membuat kondisi hamil menjadi tidak menyenangkan.

Beberapa cara tersebut di antaranya:

  • Lakukan olahraga ringan secara teratur, bisa berupa senam hamil, berenang, maupun hanya sekadar jalan santai untuk memperkuat otot dan melenturkan sendi.
  • Lakukan kontrol terhadap berat badan agar kenaikannya tidak berlebihan dan otot punggung tidak menerima beban yang begitu berat.
  • Saat duduk maupun berdiri, usahakan untuk menjaga postur tubuh yang baik supaya nyaman dan susunan tulang juga dalam kondisi natural.
  • Hindari berdiri dalam waktu yang terlalu lama.
  • Saat duduk, usahakan tempat duduk memiliki sandaran yang nyaman.
  • Hindari untuk membawa atau menopang benda-benda berat.

Selain beberapa cara di atas, saat nyeri punggung meningkat selama masa kehamilan sangat disarankan bagi ibu hamil untuk banyak beristirahat dan mandi dengan air hangat. Gosok punggung untuk mengurangi nyeri saat mandi air hangat tersebut.

Saat tidur, ibu hamil bisa menggunakan bantuan bantal untuk membantu mengatasi nyeri punggung. Namun, jika rasa nyeri tersebut sudah tidak bisa diobati sendiri, ibu hamil sebaiknya memeriksakan diri ke dokter atau meminta bantuan fisioterapis.

Sebelum meminta bantuan fisioterapis, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan mengenai apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi nyeri skoliosis pada ibu hamil.

Untuk Anda yang merupakan suami dari ibu hamil penderita skoliosis, kasih sayang dan bantuan lebih akan sangat mendukung mental dan fisik istri Anda. Ibu hamil bukan hanya memikul beban janin saja, melainkan dirinya sendiri dan juga penyakitnya.

Untuk itu, membantu menyelesaikan pekerjaan rumah maupun hanya sekadar pijatan ringan akan sangat membantunya dalam mengontrol emosi saat kehamilan. Ucapkan kata-kata manis yang bisa menyemangatinya, sehingga sakit akan berubah menjadi kebahagiaan bersama.

Perlukah Melakukan Operasi Caesar pada Ibu Hamil dengan Skoliosis?

Karena rawannya tulang belakang, menyebabkan banyak ibu hamil yang mengalami skoliosis khawatir terhadap persalinannya. Memang risiko caesar akan lebih meningkat pada ibu hamil yang mengalami skoliosis, namun tidak semuanya memiliki risiko ini.

Ibu hamil penderita skoliosis berat sangat disarankan untuk melakukan caesar karena akan terasa sangat berat saat mengejan dan terlalu berisiko. 

Sebaliknya, ibu hamil dengan skoliosis ringan masih aman melakukan persalinan dengan normal, namun tentunya mengejan jadi lebih berat dibandingkan ibu hamil normal pada umumnya.

Metode persalinan ditentukan dengan mempertimbangkan berbagai macam hal, seperti derajat kelengkungan, tingkat keparahan, bentuk lengkungan, tindakan pengobatan yang sudah pernah dilakukan, maupun bagaimana kondisi kehamilan dengan skoliosis.

Untuk ibu hamil yang tidak ingin mengambil risiko saat persalinan memang pada akhirnya akan disarankan untuk melakukan operasi caesar. Persalinan normal bagi penderita skoliosis dirasa terlalu berat dan menyakitkan.

Namun, masalah skoliosis pada ibu hamil ini tentunya harus selalu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Meskipun melahirkan secara caesar, Anda tak perlu berkecil hati, karena semua yang melahirkan akan tetap disebut dengan ibu. Selain itu, risiko skoliosis pada bayi tak perlu Anda sedihkan berlarut-larut karena risikonya memang sangat kecil.

Sebelum Terlambat, Lakukan Perawatan dengan Korset Brace Skoliosis

Kehamilan memang menjadi dambaan bagi setiap wanita yang sudah menikah. Namun, penyakit kerap kali membuat keinginan untuk hamil menjadi sebuah ketakutan. Bagi Anda yang belum hamil, masih muda, dan memiliki skoliosis, sangat disarankan untuk melakukan perawatan.

Perawatan skoliosis ditujukan agar penyakit tersebut tidak memburuk dan menjadi skala berat yang akan sangat membebani ke depannya. Jangan anggap remeh, terutama bagi para wanita karena menurut penelitian, wanita lebih berisiko mengalami keparahan skoliosis lebih cepat dibandingkan pria.

Skoliosis pada ibu hamil dapat diringankan dengan perawatan korset brace dari kurniaputraortopedi.com. Perawatan dengan korset kami akan sangat bermanfaat, terutama dengan kualitas yang dijamin.

Kami memproduksi korset brace berkualitas dengan pengukuran yang tepat sesuai dengan bentuk tubuh dan tingkat kelengkungan tulang belakang, sehingga perawatan menjadi lebih efektif. Jangan anggap remeh pengukuran ini, karena ukuran yang tidak pas justru akan sia-sia.

Untuk itu, jangan mudah percaya dengan korset brace yang dijual secara online tanpa penawaran pengukuran terlebih dahulu.

Masalah harga, Anda tak perlu khawatir karena kami menawarkan korset brace dengan harga yang terjangkau dan kualitas tinggi. Dijamin nyaman dan membuat hari-hari Anda menjadi lebih baik meski dalam masa perawatan.

Gunakan korset brace Kurnia Putra Ortopedi untuk mengatasi skoliosis agar tidak semakin parah. Perawatan dini akan mengurangi risiko skoliosis yang lebih parah saat kehamilan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *