Skoliosis Pada Bayi : Terapi Skoliosis Anak Aman dan Profesional

Skoliosis Pada Bayi – Kasus skoliosis pada bayi memang termasuk jarang ditemukan, namun bukan berarti kasus skoliosis tidak dapat terjadi pada bayi usia 0 sampai 3 tahun. Skoliosis sendiri merupakan kelainan pada tulang belakang yang akan membuat tulang belakang melengkung seperti huruf S dan C.

Pada umumnya, skoliosis yang terjadi pada bayi dapat hilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia si kecil. Hal ini karena tulang belakang terus mengalami pertumbuhan sehingga menjadi normal kembali. Namun, pada beberapa kasus skoliosis pada bayi tersebut justru terus ada hingga anak dewasa.

Jenis-Jenis Skoliosis Pada Bayi Berdasarkan Penyebabnya

skoliosis pada bayi
popmama

Dilihat dari penyebabnya, kasus skoliosis pada bayi dibedakan menjadi dua jenis yakni skoliosis infantile dan skoliosis bawaan atau congenital. Kedua skoliosis ini memiliki gejala dan penyebab yang berbeda. Berikut penjelasannya:

  1. Skoliosis Bawaan atau Congenital

Cara penanganan skoliosis bawaan mempertimbangkan kemungkinan kelengkungan semakin memburuk di masa depan maupun berdasarkan lokasi dan jenis kelainan tulang belakang tersebut. Untuk kelengkungan yang membentuk 10 sampai 25 derajat umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus.

Orangtua hanya perlu membawa anak secara rutin ke ahli bedah ortopedi. Ahli bedah ortopedi akan memantau perkembangan kurva kelengkungan melalui pemeriksaan fisik maupun rontgen. Bayi harus secara rutin dibawa ke ahli bedah ortopedi bahkan hingga masa remaja.

Hal ini mengingat masa remaja adalah masa dimana pertumbuhan terjadi secara cepat yang berisiko memicu perkembangan skoliosis lebih besar. Namun, pada kondisi tertentu lekukan tersebut justru berangsur menghilang saat terjadi percepatan pertumbuhan di masa remaja.

  1. Skoliosis Infantil

Jenis skoliosis bayi berikutnya adalah skoliosis infantile yang merupakan kondisi idiopatik pada anak-anak sebelum mereka mencapai usia 3 tahun. Gejala terjadinya skoliosis infantile adalah ditemukannya kurva tulang belakang yang bertumbuh tidak normal ke kiri atau ke kanan.

Kurva lengkungan tulang belakang ini akan menyebabkan tulang belakang membentuk huruf C atau S. Skoliosis infantile lebih banyak ditemukan pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan. Kebanyakan kasus skoliosis infantile memang dapat sembuh dengan sendirinya seiring pertambahan usia.

Namun pada beberapa kasus yang lebih jarang, pertumbuhan justru semakin progresif seiring bertambahnya usia.

Cara Penanganan Skoliosis Kongenital atau Bawaan untuk Anak Bayi

skoliosis pada bayi
grid.id

Jika kasus skoliosis bayi membentuk lekukan tulang belakang yang sedang hingga berat, maka peluang skoliosis semakin memburuk di masa mendatang. Oleh karena itu harus diberikan penanganan serius bagi bayi sejak dini.

  1. Penggunaan Scoliosis Bracing

Penggunaan scoliosis bracing atau korset skoliosis disinyalir dapat membantu menyangga bagian tulang belakang bayi untuk mencegah kurva kelengkungan berkembang semakin parah. Meski begitu, penggunaan korset skoliosis sebenarnya tidak terlalu sering pada kasus skoliosis kongenital.

Hal ini karena kurva kelengkungan tulang belakang cenderung lebih kaku untuk bayi yang baru lahir sehingga penggunaan korset skoliosis tidak terlalu berpengaruh. Hanya saja, penggunaan penyangga tulang belakang ini juga dapat membuat bayi lebih nyaman.

Kurva skoliosis ini harus digunakan pada sebagian besar waktu bayi kecuali saat mandi. Dokter akan memantau perkembangan kurva kelengkungan tulang belakang secara berkala. Penggunaan scoliosis bracing selama bertahun-tahun cukup efektif untuk membantu mencegah kelengkungan lebih parah.

  1. Bedah Skoliosis

Pada beberapa kasus, penggunaan korset skoliosis saja tidak cukup karena kelengkungan kurva tulang belakang terus mengalami perkembangan seiring pertambahan usia bayi. Jika hal ini terjadi, ahli ortopedi bisa saja menyarankan dilakukan pembedahan untuk kasus skoliosis bayi sedang hingga berat.

Pada kebanyakan kasus skoliosis kongenital, pembedahan seringkali menjadi perawatan yang dipilih. Pembedahan yang dilakukan meliputi penghilangan tulang belakang “ekstra” dan juga fusi atau penggabungan tulang belakang.

Pembedahan fusi bisa juga diikuti dengan dilakukannya casting atau bracing, yang mana ahli bedah ortopedi akan memasang batang logam ke tulang belakang agar koreksi kurva dapat dipertahankan. Selain itu perangkat “batang tumbuh” yang ditempel di tulang belakang akan memanjang dengan prosedur simpel.

Tujuan batang tumbuh ini adalah untuk meminimalkan risiko stunting pada pertumbuhan.

Cara Penanganan Skoliosis Infantile

Cara penanganan untuk kasus skoliosis infantile dibedakan berdasarkan tingkat keparahan lengkungan serta kemungkinan lengkungan memburuk di masa yang akan datang.

  1. Observasi

Untuk bayi dengan kurva kelengkungan antara 10 sampai 20 derajat hanya perlu dilakukan pengamatan regular oleh ahli. Pengamatan dilakukan untuk memastikan bahwa kelengkungan tidak menjadi lebih parah. Bayi mungkin akan dilakukan pemeriksaan fisik serta rontgen dengan sinar X.

  1. Pembedahan

Sama seperti skoliosis bawaan, skoliosis infantile yang sudah parah juga dapat dilakukan prosedur pembedahan. Pembedahan dilakukan jika lekukan sedang hingga berat.

  1. Terapi Fisik dan Penggunaan Scoliosis Bracing

Salah satu cara untuk membantu mencegah kelengkungan tulang belakang skoliosis pada bayi semakin parah adalah dengan menggunakan produk korset skoliosis atau scoliosis bracing. Namun, tidak semua produk scoliosis bracing di pasar didesain dengan baik dan cocok untuk bayi dan anak-anak.

Oleh karena itu Kurnia Putra Ortopedi menghadirkan produk korset skoliosis berkualitas yang cocok untuk usia anak-anak bahkan bayi sekalipun. Sementara latihan terapi fisik khusus yang dilakukan oleh ahli fisioterapis dapat membantu meningkatkan keseimbangan dan kekuatan tubuh buah hati.

Keunggulan Produk Korset Skoliosis Anak dari Kurnia Putra Ortopedi

Kami menghadirkan produk korset skoliosis berkualitas yang cocok untuk usia anak-anak bahkan bayi usia 0 sampai 3 tahun. Berikut keunggulan produk korset skoliosis dari kami:

  1. Desain Menyesuaikan Kondisi Bayi

Korset skoliosis yang didesain oleh kami dibuat untuk mencegah kelengkungan tulang belakang semakin parah seiring bertambahnya usia buah hati. Kami hanya menggunakan material terbaik untuk membuat korset skoliosis karena kami memahami kulit bayi yang sensitive harus diperlakukan selembut mungkin.

Kami membuat korset skoliosis dari bahan plastik Polypropeline untuk mengoreksi deformitas. Sementara untuk strap kami menggunakan bahan kulit yang anti alergi sehingga aman di kulit bayi. Sementara bahan spons kami gunakan untuk padding koreksi.

  1. Pengalaman Belasan Tahun

Kami adalah perusahaan yang telah bergerak di bidang ortotik prostetik sejak lebih dari 13 tahun yang lalu. Pengalaman kami selama belasan tahun telah membekali kami dengan pengetahuan dan teknik mumpuni dalam memproduksi korset skoliosis yang berkualitas.

  1. Klien Bisa Konsultasi Gratis

Kami memahami bahwa tidak banyak orang yang paham kegunaan korset skoliosis dan bagaimana cara penggunaannya yang tepat. Kami juga mengetahui bahwa kebutuhan setiap orang berbeda apalagi untuk usia bayi yang membutuhkan perlakuan khusus.

Oleh karena itu Anda bisa konsultasi terlebih dahulu dengan kami agar mendapatkan produk korset skoliosis terbaik. Anda bisa mengunjungi website kami di https://kurniaputraortopedi.com/ untuk informasi lebih lanjut.

Sesuai dengan jenis skoliosis pada bayi, kelainan ini membutuhkan penanganan dan perhatian khusus agar tidak semakin parah di masa mendatang. Segera gunakan korset skoliosis untuk mencegah pertumbuhan skoliosis yang semakin parah. Percayakan kebutuhan Anda bersama Kurnia Putra Ortopedi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *