Donec efficitur, ligula ut lacinia
viverra, lorem lacus.
Terapi Skoliosis Non Struktural dan Struktural Terampuh
Skoliosis Non Struktural – Skoliosis merupakan penyakit yang berhubungan dengan kelainan tulang belakang, tapi ada juga yang hanya mengartikannya sebagai penyakit tubuh bengkok saja. Hal itu tidak salah, karena memang terdapat skoliosis yang tidak berkaitan dengan tulang belakang, yakni skoliosis non struktural.
Pengertian skoliosis sendiri dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan kategorinya masing-masing. Dari pengertian tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi kelanjutan penanganan kedepannya.
Daftar Isi
Tipe Skoliosis Berdasarkan Ada atau Tidaknya Kelainan Tulang Belakang

Berdasarkan ada atau tidaknya kelainan pada tulang belakang, skoliosis terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:
-
Skoliosis Non Struktural
Jenis skoliosis pertama adalah non struktural, yakni tipe skoliosis yang tidak terjadi karena kelainan tulang belakang. Skoliosis yang kerap disebut juga dengan skoliosis fungsional ini terjadi sementara saja dan tidak ada hubungannya dengan tulang belakang yang mengalami kebengkokan.
Pada skoliosis fungsional, tubuh hanya membengkok ke samping saja, namun tulangnya baik-baik saja. Ini bisa terjadi karena beberapa sebab, seperti panjang kedua tungkai yang tidak sama, radang usus buntu, atau spasme otot.
-
Skoliosis Struktural
Skoliosis struktural merupakan jenis skoliosis yang memang terjadi akibat adanya pembengkokan tulang belakang ke arah samping. Skoliosis ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya dan harus melalui serangkaian perawatan dan pemeriksaan medis terlebih dahulu.
Kelainan struktur tulang belakang sifatnya menetap atau bisa kembali atau mendekati normal dengan terapi atau bahkan operasi. Skoliosis struktural yang tidak diatasi segera akan menjadi lebih parah dan dapat mengganggu sistem organ yang lainnya, seperti sistem pernapasan dan sistem pencernaan.
Tipe-Tipe Skoliosis Berdasarkan Penyebab dan Waktu Terjadinya
Skoliosis struktural yang merupakan kelainan tulang belakang membengkok memiliki beberapa jenis atau tipe. Tipe-tipe ini bedakan atas dasar penyebab serta waktu terjadinya, antara lain:
-
Skoliosis Kongenital
Skoliosis kongenital merupakan skoliosis yang sudah ada pada bayi sejak ia dilahirkan. Tipe skoliosis ini bisa terjadi akibat adanya kelainan pertumbuhan tulang belakang pada janin saat masih dalam kandungan.
Kelainan tersebut dapat berupa tidak terbentuknya beberapa bagian tulang belakang atau hanya terbentuk sebagian. Umumnya skoliosis jenis ini sangat jarang terjadi.
-
Skoliosis Degeneratif
Yang disebut skoliosis degeneratif ialah skoliosis yang terjadi akibat proses penuaan, sehingga sendi dan bantalan antar tulang yang ada di tulang belakang menjadi rusak. Tidak semua ruas tulang belakang memiliki kerusakan yang sama, sehingga tulang melengkung ke samping.
Dengan melihat penyebabnya, bisa dipastikan bahwa skoliosis degeneratif terdiagnosis ketika dewasa, baik mereka yang memiliki tulang belakang normal maupun mereka yang mengalami skoliosis dan keadaannya semakin memburuk.
-
Skoliosis Neromuskuler
Seperti namanya, skoliosis neuromuskuler terjadi karena adanya masalah pada bagian sistem saraf, baik otak maupun sumsum tulang belakang. Masalah ini bisa disebabkan oleh beberapa penyakit, seperti cerebral palsy atau kelumpuhan otak, atau distrofi otot Duchenne.
Sistem saraf dan otot sangat berguna sebagai penyokong tulang belakang. Jika kedua bagian tersebut mengalami masalah atau gangguan, maka masalah tulang belakang pun akan muncul, salah satunya adalah skoliosis.
Para penderita skoliosis jenis ini kondisinya dapat memburuk, terlebih jika mereka tidak mampu berjalan.
-
Early Onset Scoliosis
Pada anak-anak dan remaja juga kerap ditemukan skoliosis dengan jenis berbeda yang dinamakan dengan Early Onset Scoliosis. Anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dan mengalami skoliosis ini sangat berisiko mengalami gangguan pada fungsi paru-paru.
Menurut faktor risiko, anak-anak yang menginjak usia remaja memang sangat mudah memburuk jika terkena skoliosis. Hal tersebut karena di usia tersebut anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, sehingga skoliosis lebih mudah memburuk dan dapat menyebabkan tulang rusuk menjadi cacat.
Cacatnya tulang rusuk ini menyebabkan fungsi paru-paru menjadi terganggu. Masalah skoliosis ini harus segera ditangani karena sangat berisiko bagi anak-anak dan remaja.
-
Adolescent Idiopathic Scoliosis
Skolisis idiopatik merupakan skoliosis yang tidak diketahui apa penyebabnya. Adapun adolescent idiophatic scoliosis adalah jenis skoliosis yang tidak diketahui penyebabnya dan banyak menyerang anak-anak dan remaja di rentang usia antara 10 – 18 tahun.
Skoliosis jenis ini dapat ditemukan pada laki-laki dan perempuan, namun perempuanlah yang memiliki risiko tinggi.
-
Syndromic Scoliosis
Beberapa jenis sindrom seperti sindrom Marfan, sindrom Down, sindrom Rett, dan sebagainya dapat menyebabkan skoliosis yang disebut dengan syndromic scoliosis. Para penderita sindrom tersebut telah diketahui sangat berisiko mengalami skoliosis.
Oleh karena itu, penderita sindrom tersebut akan dideteksi sejak dini mengenai kemungkinan skoliosis tersebut. Skoliosis ini mirip dengan skoliosis non struktural karena sama-sama diakibatkan oleh penyakit lain.
Bedanya, syndromic scoliosis memang terjadi pada tulang belakang, sedangkan skolisis non struktural sifatnya semu atau tidak terjadi pada tulang belakang dan bukan akibat sindrom.
Terapi Skoliosis Non Struktural dan Struktural
Secara umum skoliosis fungsional dapat hilang dengan sendirinya saat penyebabnya diatasi. Skoliosis jenis ini merupakan skoliosis semu, sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus seperti pada skoliosis struktural.
Selain itu, saat posisi badan membungkuk maupun berbaring skoliosis juga tidak terlihat. Untuk bisa membedakan skoliosis struktural dengan fungsional, Anda bisa coba membungkuk. Jika saat membungkuk tulang tetap terlihat membengkok, maka kemungkinan skoliosis bersifat struktural.
Sebaliknya, jika tulang belakang terlihat normal meskipun badan terlihat bengkok, maka kemungkinan itu adalah skoliosis fungsional.
Untuk skoliosis struktural, Anda bisa melakukan terapi untuk mencegah agar kelengkungan tulang belakang tidak bertambah parah. Selain itu, terapi juga bisa membuat kondisi semakin baik dan mengatasi sakit punggung yang kerap menyerang.
Masalah terapi, Anda bisa mempercayakan korset brace dari kurniaputraortopedi.com setelah melalui rekomendasi dokter terlebih dahulu. Kroset brace merupakan salah satu alat terapi yang telah lama dikenal sebagai pengobatan skoliosis.
Kami menyediakan korset brace kualitas terbaik untuk Anda dengan bahan yang nyaman digunakan sehari-hari. Kami sangat mengutamakan pengukuran yang pas agar sesuai dengan ukuran badan dan dapat efektif mencegah kelengkungan.
Banyak dokter yang tidak merekomendasikan pembelian korset secara online yang tidak menyediakan pengukuran ulang terhadap pembelinya, sehingga sangat berisiko. Seperti yang kita tahu bahwa ukuran korset yang tidak pas tidak akan berdampak apa-apa pada kondisi Anda.
Bahkan kelengkungan akan tetap bertambah jika korset yang digunakan tidak pas. Selain masalah korset yang tidak pas, berat badan yang bertambah atau berkurang secara signifikan juga dapat memengaruhi hasil pemakaian korset.
Baik skoliosis non struktural maupun skoliosis struktural memang bisa mengurangi rasa percaya diri Anda. Untuk itu, kami dapat membantu layaknya mitra dokter dalam menyelesaikan permasalahan Anda.
Kenyamanan dalam menggunakan korset sangat kami utamakan, karena bukan digunakan satu atau dua kali, melainkan setiap hari layaknya pakaian bagi Anda.
Masalah harga, kami menjual barang sesuai dengan kualitasnya, sehingga harga produk kami tergolong terjangkau jika dilihat dari kualitas yang ditawarkan. Kami sudah berpengalaman dalam menangani pemesanan korset brace dan pelanggan pun memberikan kepuasannya atas produk kami.
Untuk masalah brace skoliosis struktural, serahkan pada Kurnia Putra Ortopedi sebagai ahlinya!