Skoliosis Menyebabkan Sakit Kepala : Fakta dan Solusi Terbaik nya

Skoliosis Menyebabkan Sakit Kepala – Salah satu penyakit yang berkaitan dengan tulang belakang adalah skoliosis, yakni tulang belakang yang membengkok ke samping. Banyak orang yang mengeluhkan bahwa skoliosis menyebabkan sakit kepala, dari mulai migrain hingga sakit kepala yang begitu parah.

Di samping itu, skoliosis tentu memiliki gejala lain yang bisa menandai kemungkinan dialaminya skoliosis pada tubuh seseorang. Agar lebih jelasnya, berikut sekilas informasi yang sangat bermanfaat untuk Anda baca:

Apa Penyebab Skoliosis?

Skoliosis Menyebabkan Sakit Kepala
Skoliosis Menyebabkan Sakit Kepala

Secara umum, penyebab skoliosis memang belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa ilmuwan berpendapat bahwa skoliosis dapat disebabkan oleh faktor keturunan.

Adapun beberapa faktor penyebab skoliosis yang dianggap kurang umum di antaranya:

  • Cacat Bawaan Lahir

Faktor pertama yang menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit skoliosis adalah cacat bawaan sejak lahir. Faktor ini bisa muncul karena adanya perkembangan tidak sempurna dari tulang belakang janin ketika di dalam kandungan.

  • Kondisi Neuromuskuler

Selain cacat bawaan sejak lahir, faktor lain yang bisa menyebabkan skoliosis adalah adanya gangguan pada fungsi saraf dan otot. Beberapa gangguan yang terjadi pada fungsi saraf dan otot di antaranya  adalah cerebral palsy atau distrofi otot.

  • Cedera atau Infeksi Tulang Belakang

Cedera tulang yang disebabkan oleh kecelakaan, terjatuh dari tempat tinggi, infeksi, atau punggung tertimpa benda berat juga dapat menyebabkan skoliosis. Hal ini bisa terjadi karena tulang mengalami benturan yang cukup keras sehingga mampu mengubah bentuk atau posisinya menjadi miring.

Skoliosis menyebabkan sakit kepala juga bisa berasal dari cedera tulang belakang yang membuat sistem keseimbangan tubuh terganggu.

  • Osteoporosis

Penyakit osteoporosis atau pengapuran tulang memang kerap dialami oleh lansia. Penyakit ini rupanya juga dapat menyebabkan skoliosis. Hal ini disebabkan osteoporosis menyebabkan tulang mudah patah atau melengkung secara berlebihan.

Faktor-Faktor Risiko Penyakit Skoliosis

  • Faktor Usia

Skoliosis memang dapat dialami oleh siapa saja dan usia berapa pun, namun skoliosis umumnya dialami oleh anak-anak di usia yang mendekati remaja atau masa pubertas.

  • Riwayat Kesehatan Keluarga

Selain faktor usia, keluarga yang pernah menderita skoliosis juga berpotensi menurunkan penyakit tersebut pada keturunannya. Dengan begitu, anak yang lahir dari keluarga penderita skoliosis akan sangat berisiko mengalami penyakit serupa.

  • Jenis Kelamin

Meskipun siapa saja dapat mengalami skoliosis, rupanya anak perempuan lebih berisiko terkena dibandingkan anak laki-laki. Risiko ini lebih tinggi di tingkat keparahannya, sehingga anak perempuan harus dirawat lebih dini agar terhindar dari risiko penyakit skoliosis.

Gejala Penyakit Skoliosis

Memang tidak semua orang mengalami gejala skoliosis, terutama untuk kasus penyakit skoliosis ringan yang memang kerap tidak menimbulkan gejala maupun tanda-tanda. Adapun gejala penyakit skoliosis ini tidak bisa dilihat oleh penderitanya, melainkan pengamatan orang lain.

Beberapa gejala maupun tanda yang dialami orang dengan penyakit skoliosis di antaranya adalah:

  • Tinggi pinggul tidak sama, yakni satu pinggul lebih tinggi dibandingkan bagian pinggul yang lainnya
  • Bahu terlihat miring
  • Panjang kaki terlihat berbeda, salah satunya lebih pendek atau lebih tinggi
  • Pinggang bagian kiri dan bagian kanan tidak sejajar
  • Terdapat tonjolan tulang belikat di salah satu sisi tubuh
  • Posisi kepala tidak berada tepat di bagian tengah pundak
  • Nyeri punggung, mati rasa, dan kesemutan

Gejala seperti nyeri punggung dan sebagainya kebanyakan dialami oleh penderita skoliosis idiopatik. Selain beberapa gejala di atas, pada kasus skoliosis yang lebih parah, tulang belakang terlihat melintir atau melengkung ke salah satu sisi tubuh membentuk huruf C atau huruf S.

Penampilan penderita skoliosis juga bisa dilihat dari kulit di tulang belakangnya, yakni terdapat area yang masuk ke dalam atau terdapat bercak berbulu. Tak hanya itu, para penderita juga mengungkapkan bahwa skoliosis menyebabkan sakit kepala, vertigo, atau migrain.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *