Donec efficitur, ligula ut lacinia
viverra, lorem lacus.
Skoliosis Keturunan , Benarkah Kasus Kelainan Tulang Belakang Bengkok Tersebut?
Skoliosis Keturunan – Pertanyaan yang selalu muncul dari banyak pasien, apakah kelainan tulang belakang bengkok atau skoliosis keturunan? Atau memang kesalahan dalam melakukan aktivitas?
Jawaban atas pertanyaan ini memang secara gamblang belum bisa dijelaskan terperinci. Hanya saja berdasarkan penelitian, ditemukan kesimpulan bahwa skoliosis dioptik yang paling banyak diderita masyarakat luas.
Daftar Isi
Apakah Benar Skoliosis Diturunkan Secara Genetik?

Sering kali, pasien yang terlihat sehat, tiba-tiba mengalami kelainan skoliosis dalam kategori idiopatik. Bahkan 80% penderita masuk dalam kategori idiopatik. Jenis di luar idiopatik diketahui penyebabnya seperti akibat kecelakaan, bawaan lahir serta cerebral palsy.
Skoliosis idiopatik yang banyak diidap masyarakat ini merupakan kombinasi beberapa faktor, baik genetik, postur, nutrisi dan juga lingkungan. Menurut penelitian, skoliosis keturunan pada kasus idiopatik ditemukan sampai 5 generasi dalam sebuah keluarga.
Berdasarkan studi, angka terjadinya skoliosis antar saudara mencapai 16%-27%. Skoliosis idiopatik lebih tinggi kasusnya pada kembar identik. Faktor keturunan juga menjadi pemicu level keparahan bengkoknya tulang belakang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan kondisi derajat lengkung tulang lebih besar, memiliki garis keturunan penderita skoliosis.
Untuk kasus ini, bahkan harus dilakukan terapi brace maupun operasi. Sedangkan untuk pasien lain yang tidak memiliki garis keturunan penderita skoliosis derajatnya lebih kecil sehingga tidak perlu dilakukan terapi lebih mendalam.
Dari penjelasan yang sudah disebutkan di atas, dapat disimpulkan jika memang faktor keturunan memang menjadi salah satu penyebab kelainan skoliosis atau tulang belakang bengkok.
Pemeriksaan Dini untuk Mengetahui Gejala Dini Skoliosis
Mengingat bahwa faktor keturunan menjadi salah satu penyebab kelainan skoliosis, maka sangat penting melakukan pemeriksaan anggota keluarga sejak dini. Hal ini jadi salah satu pencegahan agar kondisi bengkoknya tulang belakang bisa segera diantisipasi.
Sebenarnya, pemeriksaan skoliosis bisa dilakukan dengan cara yang cukup sederhana tanpa harus mengunjungi rumah sakit atau dokter. Caranya adalah dengan melihat postur tubuh saat menggunakan pakaian yang pas di badan dan lakukan cara berikut:
1. Posisi Berdiri
Pada saat berdiri tegak lihatlah apakah ada ketidakseimbangan tinggi bahu antara sisi kiri dan kanan. Amati apakah tubuh lebih condong miring ke satu sisi atau tidak.
Apabila dilihat bahu miring ke salah satu sisi, baik kiri maupun kanan, itu artinya ada kemungkinan terjadi kelainan tulang belakang membengkok.
2. Ambil Posisi Membungkuk
Saat posisi membungkuk, Anda bisa melihat langsung apakah ada punuk di punggung maupun pinggang. Apabila terdapat punuk maka besar kemungkinan Anda mengalami skoliosis.
Beberapa kasus yang terjadi pada anak, biasanya tidak merasakan sakit sama sekali saat mengalami pembengkokan tulang belakang. Namun, pada dewasa maupun orang tua akan merasakan nyeri berkepanjangan di bagian punggung mulai dari atas hingga ke bawah.
Kasus Kelainan Skoliosis pada Pasien Kembar sebagai bukti Skoliosis Keturunan
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya kalau kecenderungan kembar identik mengalami skoliosis lebih tinggi. Pasalnya, kembar identik ada pada kantung yang sama atau biasa disebut dengan monozigot, sedangkan untuk kembar dizigot kasus skoliosisnya cenderung lebih kecil karena beda kantung meskipun kembar.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kelainan tulang belakang bengkok membuktikan bahwa faktor keturunan berpengaruh besar terhadap munculnya masalah skoliosis, namun bukan penyebab mutlak.
Tidak bisa dipastikan jika seorang pasien mengalami kelainan tulang belakang bengkok, maka anaknya juga mengalami kelainan yang sama.
Begitu pula dengan pasien menderita skoliosis dan ketemukan keluarga ada yang mengalami hal serupa, maka bisa jadi bengkoknya tulang belakang lebih bersifat progresif dibanding pasien yang punya kelainan tanpa memiliki riwayat skoliosis keturunan.
Mengingat faktor keturunan bukanlah penyebab mutlak, sehingga Anda harus mewaspadai faktor lainnya seperti postur tubuh sehari-hari, kandungan nutrisi pada makanan yang dikonsumsi, jumlah asupan protein dan juga vitamin D. Terlebih juga harus tetap aktif bergerak supaya tulang tetap optimal kesehatannya.
Gerakan yang Tidak Boleh Dilakukan Penderita Skoliosis
Salah satu bentuk terapi yang dianjurkan untuk penderita skoliosis adalah olahraga ringan, seperti yoga maupun gerakan sederhana lainnya. Namun yang perlu diwaspadai, semua gerakan yang dilakukan tidak boleh berlebihan karena akan sangat membahayakan tulang belakang.
Beberapa gerakan yang tidak boleh dilakukan oleh para penderita skoliosis adalah sebagai berikut:
- Gerakan sit up
- Gerakan kayang/back arch
- Duduk dengan kaki lurus
- Duduk bersila
Tidak bisa dipungkiri bahwa penderita skoliosis tidak bisa bergerak sebebas orang tanpa gangguan tulang belakang. Beberapa gerakan yang disebutkan di atas tidak boleh dilakukan karena melibatkan tulang belakang saat melakukannya.
Menekuk ke depan, menekuk ke belakang dan gerakan rotasi akan mengakibatkan kondisi penderita skoliosis semakin parah.
Seseorang dengan kelainan skoliosis juga tidak diperbolehkan mengangkat beban lebih dari 4 kg atau 1/10 dari bobot tubuhnya. Beratnya beban akan menambah lengkungan pada tulang belakang.
Cara Mengatasi Kelainan Skoliosis
Demi menghentikan lengkungan semakin parah maupun melakukan pencegahan kelainan tulang belakang, terdapat beberapa jenis perawatan yang bisa dilakukan. Di antaranya sebagai berikut:
1. Observasi
Apabila lengkungan kurang dari sudut 25 derajat dan tulang sudah terbentuk sempurna. Lengkungan pada tulang punggung biasanya akan melambat bahkan berhenti di masa pubertas.
2. Alat Penopang atau Brace
Penderita skoliosis keturunan maupun faktor lainnya harus menggunakan brace maupun alat penopang, apabila derajat lengkung sudah di antara 25-45 persen untuk anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Penggunaan alat ini sebenarnya bukan untuk menyembuhkan, namun upaya mencegah bertambahnya lengkungan pada tulang belakang. Alat penopang ini disesuaikan dengan postur penderita skoliosis dan harus dipesan secara khusus melalui kurniaputraortopedi.com.
Sebagai tempat pembuatan alat penopang bagi penderita skoliosis, kami memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan Anda. Dijamin semua produk berkualitas dan nyaman dipakai.
3. Operasi
Apabila lengkungan pada tulang belakang sudah lebih dari 45 derajat dan alat penopang ternyata tidak berhasil menghentikan lengkungannya. Bahkan lengkungan tulang belakang semakin parang dan menekan bagian organ vital, maka harus dilakukan operasi.
Operasi dapat meluruskan lengkungan dengan maksimal. Akan tetapi, melakukan operasi juga ada resiko yang harus dipahami. Keterbatasan dalam bergerak akibat tulang punggung yang sudah pernah dibedah, dirasakan secara permanen.
Melakukan kegiatan berat seperti mengangkat beban dan olahraga yang mengakibatkan tekanan, sangat tidak disarankan. Selain itu, juga ada resiko kegagalan dalam operasi yang berakibat cukup fatal, mengingat tulang belakang terdiri dari berbagai pusat saraf.
Operasi untuk mengembalikan tulang belakang yang membengkok dilakukan dengan beberapa teknik dan dilakukan oleh para ahli yang sudah berpengalaman menangani tindakan operasi serupa.
Skoliosis merupakan kondisi yang dapat diatasi dengan segera apabila diketahui sejak dini. Walaupun anak-anak penderita skoliosis harus menggunakan brace untuk beraktivitas, namun tetap bisa hidup dengan tenang karena cukup nyaman karena diproduksi oleh kurniaputraortopedi.com.
Kualitas terjamin dengan kenyamanan maksimal, sehingga membuat penderita skoliosis tidak mengalami penambahan derajat lengkung pada tulang belakang.