Donec efficitur, ligula ut lacinia
viverra, lorem lacus.
Scoliosis Occupational Therapy dengan Bantuan Brace Berkualitas
Scoliosis Occupational Therapy – Penyembuhan skoliosis sebagai salah satu penyakit yang berkaitan dengan masalah tulang belakang memang ada banyak jenisnya. Salah satu pengobatan yang kerap digunakan adalah terapi okupasi atau scoliosis occupational therapy.
Terapi ini memperlukan bantuan terapis yang dapat mengontrol serta memberikan saran-saran kepada pasien mengenai apa yang harus dilakukan. Agar lebih jelas, Anda bisa menyimak sekilas informasinya di bawah ini:
Daftar Isi
Apa Itu Occupational Therapy?

Occupational therapy atau terapi okupasi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan pada para pengidap gangguan fisik maupun mental, dengan berbagai macam latihan tertentu untuk meningkatkan kemandirian individu dalam kehidupan sehari-harinya.
Terapi okupasi memiliki tujuan dapat membuat pasien yang melakukannya bisa mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-harinya sekaligus meningkatkan derajat kesehatannya. Pelayanan kesehatan ini diberikan oleh terapis sebagai ‘pemimpin’ atau ‘penasihat’ pasien.
Adapun dalam memberikan layanannya, terapis akan memerhatikan beberapa aspek, seperti kemampuan dan keterbatasan pasiennya. Dalam terapi tersebut, pasien akan diberikan aktivitas apa saja yang kiranya memiliki tujuan serta makna.
Bentuk Scoliosis Occupational Therapy
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan terapi okupasi, selanjutnya kita gabungkan dengan skoliosis sebagai masalah utama pada pasien terapi. Skoliosis sendiri merupakan kelainan tulang belakang yang menyebabkannya miring ke arah samping.
Secara umum kebanyakan orang mengalami skoliosis idopatik, yakni skoliosis yang tidak atau belum diketahui penyebabnya. Sedangkan sebagian yang lain mengidap skoliosis yang memang sudah ada sejak lahir.
Adapun terapi okupasi pada penderita skoliosis ini dilakukan dengan bantuan terapis yang ahli di bidang ortopedi. Tujuan dari terapi okupasi skoliosis ini adalah untuk membantu pasien skoliosis agar dapat mandiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, terapis akan melakukan evaluasi terhadap semua aktivitas sehari-hari yang dijalankan oleh pasien skoliosis.
Beberapa bentuk scoliosis occupational therapy di antaranya:
1. Postur
Terapis akan melakukan penilaian terhadap postur tubuh pasien saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja di atas meja maupun pekerjaan manual yang lainnya. Terapis akan melihat bagaimana postur pasien sebelum menentukan aktivitas apa yang perlu dilakukan sebagai terapi.
2. Assessment
Terapis kemudian akan melakukan penilaian terhadap toleransi manual pasien dengan tabel untuk mendapatkan durasi maksimal aktivitas yang bisa dilakukan.
3. Evaluasi
Terapis kemudian akan melakukan evaluasi pasien pengidap skoliosis secara berkala. Selain itu, terapis juga akan melakukan intervensi apabila gejala skoliosis semakin parah dan kelainan bentuk anatomisnya semakin buruk.
4. Intervensi
Pada tahap intervensi, terapis okupasi akan menyarankan pasien untuk melakukan perubahan terhadap pekerjaan, mulai dari mengubah jam bekerja agar pasien bisa mendapat keringanan selama dalam masa terapi, terutama pekerjaan manual.
Tak menutup kemungkinan juga bahwa terapis akan menyarankan pasien untuk berhenti dari kerja manual yang dapat memberatkan.
5. Support
Dalam tahap ini terapis bisa mengubah bentuk perawatan dengan menyarankan penggunaan korset brace khusus pasien skoliosis. Tidak hanya itu, jika kondisinya memang mengganggu aktivitas sehari-hari, terapis juga akan menyarankan untuk menggunakan tongkat atau alat bantu untuk berjalan.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Korset Brace?
Penyakit skoliosis memang kerap menimbulkan ketidaknyamanan, mulai dari penampilan yang tidak seimbang hingga masalah nyeri punggung dan lain sebagainya.
Lalu, kapankah penderita skoliosis bisa mengenakan korset brace sebagai salah satu bentuk scoliosis occupational therapy?
Seperti yang diungkapkan oleh dr. Wawan Mulyawan dari RS Meilia Cibubur, penggunaan korset brace disesuaikan dengan derajat kelengkungan tulang belakang. Jika derajat kelengkungan masih ringan, maka korset brace belum diperlukan.
Sebaliknya, jika kondisinya memang sudah parah, yakni melebihi 20 – 40 derajat, maka sangat disarankan memakai korset brace. Hal itu ditujukan agar pasien lebih nyaman, sekaligus mencegah derajat kelengkungan agar tidak bertambah besar.
Selain penggunaan korset brace, kebiasaan tertentu juga dapat membantu mencegah keparahan jika dihindari. Beberapa posisi tubuh yang salah ternyata turut menjadi faktor yang dapat menambah derajat kelengkungan tulang belakang pada skoliosis.
Posisi duduk yang salah baik saat bekerja, membaca, makan, mengendarai, dan lain sebagainya diyakini dapat memperburuk keadaan tulang belakang penderita skoliosis. Selain itu, perhatikan juga posisi saat tidur dan bersantai, jangan sampai salah.
Memilih korset brace juga tidak boleh sembarangan, karena dapat berakibat fatal pada kondisi skoliosis. Meskipun sekarang banyak toko korset brace online yang menawarkan pembelian korset, Anda tetap harus waspada.
Penjual harus menyediakan opsi kustomisasi, karena derajat kelengkungan atau kondisi sudut skoliosis setiap orang berbeda-beda. Penggunaan korset yang tidak pas dengan derajat kelengkungan tidak akan berarti apa-apa bagi Anda, mungkin justru bisa menambah derajat tersebut.
Selain itu, korset brace juga harus disesuaikan dengan ukuran badan untuk mendapatkan korset yang pas dan optimal. Untuk itu, pembelian online sangat berisiko jika tidak menawarkan opsi pengukuran langsung.
Dengan adanya fakta ini, itu artinya penderita skoliosis yang tengah memakai korset brace harus menjaga pola makan supaya badan tidak bertambah gemuk atau bertambah kurus. Jika berat badan sudah bertambah atau berkurang, maka harus dilakukan pengukuran ulang terhadap korset brace.
Mencari Korset untuk Scoliosis Occupational Therapy? Kurnia Putra Ortopedi Tempatnya!
Bagi Anda yang tinggal di daerah yang jauh dari perkotaan memang sedikit sulit untuk menemukan tempat penjual korset brace kustomisasi.
Untungnya, sekarang ada Kurnia Putra Ortopedi yang siap membantu Anda mendapatkan korset brace berkualitas. Kualitas dalam hal ini akan Anda dapatkan mulai dari bahan, ukuran, dan juga layanan yang kami berikan.
Kami siap membantu Anda membuat korset brace berdasarkan rekomendasi dari dokter yang telah Anda datangi sebelumnya.
Untuk menemukan kami, Anda bisa mencari produk kami mulai di Tokopedia maupun website kami di kurniaputraortopedi.com. Untuk menghasilkan korset brace yang sesuai dengan kondisi kelengkungan serta ukuran tubuh Anda, kami menjual produk dengan sistem pre order.
Mengapa harus kami?
1. Berpengalaman
Kami telah lama dipercaya sebagai toko terbaik yang menyediakan berbagai macam alat-alat bantu ortopedi, mulai dari kaki palsu, tangan palsu, dan tentunya korset brace skoliosis. Pengalaman 12 tahun kami dalam melayani pelanggan kiranya bisa menjadi alasan Anda memilih kami.
2. Profesional
Dalam perjalanan kami membantu orang-orang berkebutuhan khusus, kami mempekerjakan staf-staf yang memang ahli di bidang Ortotik Prostetik. Mereka sudah banyak pengalaman dan mampu menangani permasalahan secara profesional.
3. Harga Terjangkau
Karena semua produk diproduksi secara manual sendiri, harga yang kami patok untuk setiap produk tergolong murah. Meskipun murah Anda tetap bisa mendapatkan barang berkualitas. Selain itu, kami menyediakan garansi mulai dari 6 bulan hingga seumur alat.
4. Peluang Event Sosial
Setiap sebulan sekali kami akan mengadakan bantuan sosial berupa produk kaki palsu kepada pasien yang membutuhkan dan tidak mampu. Beberapa persen pembelian Anda kami sisihkan sebagai biaya pembuatan. Oleh karena itu, membeli produk kami berarti ikut andil dalam membantu orang lain.
Tunggu apa lagi? Mulai scoliosis occupational therapy bersama Kurnia Putra Ortopedi sekarang! Dijamin pelayanan dan hasil yang akan Anda dapatkan tidak akan mengecewakan!