Pengertian dari Skoliosis, Rakitis, Kifosis, Lordosis dan Tempat Pengobatan Recommended

Pengertian dari Skoliosis, Rakitis, Kifosis dan LordosisAnda pasti sudah pernah belajar tentang fungsi tulang belakang yaitu menopang tubuh bagian atas sekaligus membentuk postur tubuh. Tulang belakang rawan mengalami kelainan, diantaranya adalah skoliosis, rakitis, kifosis, lordosis. Penasaran kan bagaimana pengertian dan perbedaannya?

Pengertian Skoliosis 

Pengertian Skoliosis, Rakitis, Kifosis, Lordosis

Pertama adalah skoliosis yaitu sebuah penyakit kelainan tulang belakang yang melengkung ke arah samping. Kejadian ini dinilai tidak normal karena tulang belakang membentuk huruf S atau C. Penderita penyakit ini pada umumnya memiliki pinggul atau bahu yang tinggi sebelah alias tidak seimbang. 

Keadaan semakin buruk jika kurva tulang belakang tidak hanya melengkung ke samping tapi juga memutar. Beberapa penderitanya diharuskan untuk melakukan operasi agar tidak menimbulkan komplikasi seperti defisiensi pernapasan, penurunan kapasitas olahraga dan nyeri kronis. 

Sayangnya hingga saat ini penyebab dari skoliosis ini belum diketahui, bahkan beberapa orang percaya jika berasal dari keturunan, usia dan jenis kelamin. Berdasarkan data yang ada, wanita lebih banyak mengalami skoliosis dibandingkan dengan laki-laki. 

Selain itu kelainan tulang belakang jenis ini juga sering muncul pada anak-anak dan remaja. Pada remaja, dikenal dengan istilah skoliosis idiopatik. Tentu gejalanya mulai timbul saat ia belum pubertas. 

Dalam beberapa kasus, tidak ada penanganan lebih lanjut jika seiring dengan pertumbuhan, tulang akan mengoreksi dirinya sendiri. Nah jika Anda bertanya bagaimana sih pengobatan untuk skoliosis, apakah susah atau sebaliknya? 

Jawabannya adalah tergantung pada usia, pola kelengkungan dan tingkat keparahan. Hal pertama yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan rutin, kemudian menggunakan alat bantu penyanggah punggung dan pembedahan. 

Pengertian Rakitis 

Dikarenakan pembahasan ini menyangkut tentang skoliosis, rakitis, kifosis, lordosis, maka Anda harus membaca penjelasannya sampai akhir. Penyakit kelainan tulang belakang yang kedua adalah rakitis. 

Rakitis disebabkan oleh kekurangan vitamin D pada anak sehingga menyebabkan teksturnya menjadi lebih rapuh dan lunak. Seperti yang telah diketahui bahwa fungsi dari vitamin D adalah menyerap fosfat dan kalsium untuk memperkuat tulang. 

Jadi kalau itu kurang, maka tulang menjadi tidak sehat. Beberapa gejala rakitis adalah:

  • Nyeri di Tulang belakang, Tungkai dan Panggul 

Tahukah Anda jika rakitis paling banyak dialami oleh anak-anak karena pola makan yang tidak sehat. Gejala awal yang bisa dilihat adalah anak akan merasakan mulai nyeri di bagian tulang belakang, tungkai atau panggul. 

Jadi jika anak Anda sering mengalami hal ini, maka segera periksakan ke ahlinya untuk mendapatkan hasil sebenarnya. Anda bisa mengambil langkah sebelum terlambat. 

  • Kelainan Pada Tulang

Gejala yang kedua tulang mengalami kelainan dan tidak tumbuh sebagaimana mestinya. Contohnya adalah kaki bengkok, berbentuk X,O atau skoliosis. 

  • Tubuh yang Pendek 

Nah gejala selanjutnya adalah anak dengan rakitis biasanya memiliki tubuh yang lebih pendek. Hal tersebut bukan tanpa sebab karena pertumbuhan tinggi badan terhambat sebagai akibat dari tulang belakang yang bermasalah. 

  • Mudah Mengalami Patah Tulang 

Pernahkah Anda menemukan teman yang mudah patah tulang? Hati-hati maka ini termasuk salah satu gejala rakitis. Tulang yang rapuh menjadi lebih sensitif dan mudah patah. Jalan satu-satunya adalah pembedahan agar tetap bisa bergerak seperti biasanya. 

  • Kelainan Gigi 

Jangan pernah menyepelekan kelainan pada gigi seperti pertumbuhan lebih lambat dan mudah berlubang, karena bisa jadi itu adalah gejala rakitis. 

Jadi bagaimana apakah Anda sudah paham dengan pengertian dan gejala rakitis? Jika sudah yuk berpindah ke kifosis. 

Pengertian Kifosis 

Selanjutnya adalah pengertian kifosis yaitu kelainan pada tulang belakang yang berakibat pada bengkoknya punggung bagian atas. Bentuk yang ideal berada di kelengkungan antara 25 hingga 45 derajat, namun pada penderita penyakit ini kelengkungannya mencapai angka 50 derajat bahkan lebih. 

Inilah yang menjadi penyebab seseorang dengan penyakit kifosis memiliki postur tubuh yang membungkuk. Kifosis dibagi menjadi tiga yaitu kifosis postural, bawaan dan scheuerman. 

Pertama adalah postural yang sering dialami oleh remaja dengan postur tubuh yang cukup buruk karena tulang belakang dan otot yang ada di sekitarnya tidak tumbuh dengan normal. 

Kedua adalah Scheuerman yang juga terjadi di masa remaja tetapi bisa semakin parah seiring bertambahnya waktu. Terakhir adalah kifosis bawaan yang mana tulang belakang sudah mengalami kelainan sejak ada di dalam rahim. 

Nah untuk kifosis ringan, biasanya tidak ada gejala yang cukup nyata. Namun beberapa orang mengaku jika mengalami sakit punggung dan kaku di bagian tulang belakang. 

Kebiasaan buruk yang mengakibatkan seseorang menderita kifosis adalah membawa beban berat di punggung dan menghadap laptop terlalu lama. 

Pengertian Lordosis 

Skoliosis, rakitis, kifosis, lordosis seperti yang sudah dijelaskan di atas adalah macam-macam kelainan tulang belakang. Terakhir yang akan dibahas adalah lordosis, yaitu sebuah kondisi dimana tulang belakang dimulai dari area punggung bagian bawah melengkung atau mengarah ke depan. 

Memang, normalnya di bagian ini adalah melengkung ke depan, namun penderita lordosis bisa sangat berlebihan. Hal ini menyebabkan tulang belakang mendapatkan tekanan yang cukup besar sehingga rasa sakit muncul. Beberapa penyebab lordosis adalah: 

  • Obesitas

Pertama kelebihan berat badan atau obesitas juga bisa menjadi penyebab seseorang mengidap lordosis. Oleh karena itu, menjaga pola makan, minum dan istirahat adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lainnya. 

  • Osteoporosis

Penyebab yang kedua adalah osteoporosis yaitu pengapuran tulang yang mungkin diakibatkan oleh usia. Jadi lordosis memang penderita pada umumnya adalah wanita tua. 

  • Discitis 

Apa itu diskitis? Yaitu peradangan pada ruang yang terletak diantara tulang belakang sehingga menyebabkan lengkungan ke depan secara berlebihan. Sampai sini apakah bisa dipahami?

  • Genetik 

Faktor genetik adalah yang paling sering ditemukan. Seseorang yang keluarganya pernah menderita lordosis, maka kemungkinan besar ia akan mengalami hal yang serupa. Namun semua ini bisa diatasi dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Tempat Penanganan Skoliosis, Rakitis, Kifosis, Lordosis yang Recommended 

Setelah memahami dengan baik pengertian skoliosis, rakitis, kifosis, lordosis, gejala dan penyebabnya di atas, selanjutnya adalah dimana tempat penanganan yang tepat? 

Namun sebelum menjawab pertanyaan tersebut perlu diketahui bahwa semua kelainan tulang belakang di atas bisa diatasi dengan menggunakan korset. 

Korset yang digunakan pastinya juga tidak sembarangan karena perlu pemeriksaan terlebih dahulu untuk  menentukan berapa derajat kemiringan. Tempat yang paling terpercaya untuk menangani hal ini adalah Kurnia Ortopedi. 

Anda bisa membuka website kurniaputraortopedi.com untuk melihat katalog dan ragam produk yang dijualnya. Khususnya korset untuk yang menderita penyakit kelainan tulang belakang. 

Tenang saja, harganya berkualitas, mendapatkan garansi dan ditangani oleh tenaga yang sudah profesional kok, dijamin aman deh. 

Ingin memasang korset untuk skoliosis, rakitis, kifosis,  lordosis? Ya hanya di Kurnia Ortopedi tempatnya. Anda tinggal membuka website dan menghubungi nomor whatsapp yang tertera. Anda tidak perlu khawatir karena selama pandemi ini, protokol kesehatan tetap dilaksanakan kok, jadi tetap aman dalam melakukan pemeriksaan. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *