Pasca Amputasi Jari Tangan, Ketahui Komplikasi dan Metode Penanganan setelah Operasi

Pasca amputasi jari tangan diperlukan perawatan dan proses pemulihan bagi pasien.  Hal ini sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan juga mengembalikan kepercayaan diri pada pasien.  Harapannya, pasien bisa tetap beraktivitas secara mandiri pasca menjalani tindakan amputasi.

Amputasi sendiri dilakukan sebagai pilihan terakhir ketika tidak ada tindakan lain yang bisa diambil untuk mengatasi keluhan medis.  Mulai dari cedera yang disebababkan oleh peristiwa traumatis seperti kecelakaan, luka yang infeksi dan merusak jaringan tubuh, hingga adanya riwayat penyakit tertentu.

Apa saja Komplikasi yang bisa terjadi Pasca Amputasi Jari Tangan?

pasca amputasi jari tangan
hellosehat.com

Tindakan amputasi yang dilakukan dengan prosedur dan perencanaan yang tepat biasanya jarang menimbulkan resiko komplikasi.  Namun hal itu juga akan sangat tergantung pada perawatan pasca operasi serta kondisi dari pasien dan penyebab amputasi dilakukan.

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi setelah amputasi jari tangan:

  • Resiko Perdarahan

Tindakan dan prosedur amputasi bisa menyebabkan pasien mengalami resiko perdarahan pasca amputasi.  Namun hal ini tidak akan terjadi jika prosedur amputasi dilakukan dengan cara yang benar dan tepat sesuai ketentuan medis.

  • Resiko Infeksi

Komplikasi lainnya yang bisa terjadi pasca amputasi jari tangan adalah resiko infeksi pada luka akibat tindakan amputasi.  Resiko infeksi akan semakin besar jika perawatan lukasetelah amputasi tidak dilakukan dengan benar sesuai anjuran dokter.

  • Rasa Nyeri

Munculnya rasa nyeri di sekitar bagian tubuh yang diamputasi merupakan hal yang wajar terjadi.  Namun jika rasa nyeri tersebut tidak kunjung membaik dan semakin berkelanjutan maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk menghindari resiko komplikasi.

  • Kerusakan pada Jaringan Tubuh

Tindakan amputasi juga bisa menimbulkan resiko kerusakan pada jaringan tubuh, yaitu kerusakan pada syaraf dan pembuluh darah.

  • Phantom Limb Pain

Kondisi ini ditandai dengan adanya sensasi rasa nyeri pada bagian tubuh yang sudah diangkat atau diamputasi sehingga membuat pasien merasa tidak nyaman.

  • Mengalami Gangguan Psikologis

Bukan hanya berpotensi menimbulkan komplikasi secara fisik, tindakan amputasi juga bisa menyebabkan pasien mengalami gangguan psikologis.  Mulai dari menyangkal, menolak, mencegah tindakan amputasi hingga depresi.

Namun kondisi ini biasanya akan berangsur-angsur membaik seiring dengan berjalannya waktu.  Pasien akan lebih menerima keadaan dan mengerti bahwa tindakan tersebut adalah yang terbaik.  Kondisi ini akan semakin membaik jika keluarga juga memberikan support.

Cara Mengatasi Trauma dan Rasa Sakit Pasca Amputasi Jari Tangan

Pada pasien yang telah menjalani tindakan operasi pengangkatan anggota tubuh, seperti tangan, jari-jari tangan, atau kaki kemungkinan masih akan merasakan sensasi sakit pada anggota badan yang sudah hilang.

Pada beberapa pasien kondisi ini akan hilang dengan sendirinya, namun ada beberapa kasus rasa sakit yang dialami pasien tersebut berlangsung lama dan semakin parah.  Rasa sakit tersebut bisa berbeda-beda antara pasien yang satu dengan yang lain.

Beberapa pasien merasakan sensasi sakit seperti terbakar, tertusuk jarum, tertembak, seperti sengatan listrik dan dipelintir.  Untuk mengantisipasi hal tersebut maka pasien sangat disarankan mengkonsultasikan keadaannya kepada dokter terkait.

Selain diatasi dengan obat-obatan tertentu, kondisi tersebut juga bisa diatasi dengan terapi non pengobatan seperti berikut ini:

  • Stimulasi Syaraf

Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat TENS (Stimulasi Syaraf Listrik Transkutan).  Alat ini akan menghilangkan rasa sakit pada otot dengan cara mengirimkan arus listrik lemah melalui patch yang ditempelkan ke kulit, sehingga sinyal sakit tidak sampai ke otak.

  • Teknik Akupuntur

Cara ini dilakukan oleh praktisi akupuntur yang sudah terampil dan berpengalaman dengan cara memasukkan jarum akupuntur pada titik-titik tertentu sehingga mendorong tubuh untuk melepaskan bahan kimia yang akan menghilangkan rasa sakit.

  • Faktor Kebiasaan

Cara ini bisa dilakukan dengan mengabaikan rasa sakit yang dialami, yaitu dengan mengalihkan pikiran dari rasa sakit tersebut, melakukan aktifitas fisik, serta teknik relaksasi seperti meditasi. 

  • Stimulasi Otak

Pada cara ini dokter akan menempatkan elektroda di area yang tepat di otak dengan cara kerja mengirimkan arus listrik kecil ke otak sehingga keluhan rasa sakit menjadi berkurang atau bahkan hilang.

  • Stimulasi Sumsum Tulang Belakang

Pada cara ini dokter akan menempelkan elektroda kecil di sepanjang sumsum tulang belakang pada pasien dan mengirimkan arus listrik dengan kekuatan kecil.  Pada beberapa kasus, hal ini akan membatu menghilangkan keluhan rasa sakit yang dialami pasien.

Metode Penanganan Pasca Amputasi Jari Tangan

Pada pasien yang telah menjalani tindakan operasi amputasi jari tangan, maka dokter akan memberikan obat penghilang rasa nyeri.  Jika pasien tetap merasakan nyeri dan sakit setelah diberikan obat penghilang nyeri maka harus segera memberitahu tim medis.

Kondisi tersebut bisa saja terjadi karena kebutuhan dosis pasien yang satu dengan yang lain mungkin tidak sama.  Biasanya dokter akan memberikan dosis tambahan yang lebih besar jika pasien tidak merasakan efek apapun setelah mendapatkan obat tersebut.

Selain mendapatkan penanganan berupa pengobatan medis, beberapa penanganan secara psikis dan fisik juga sangat diperlukan untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikis pasien.

  • Melakukan Adaptasi Emosional

Setelah menjalani operasi amputasi jari tangan, pasien memerlukan adaptasi emosional.  Hal ini diperlukan karena pasien telah kehilangan salah satu atau beberapa anggota badan sehingga bisa menimbulkan depresi.

Untuk menghindari depresi yang berkelanjutan maka diperlukan support dari keluarga, orang terdekat, serta lingkungan di sekitarnya.  Dengan adanya dukungan dan kasih sayang dari banyak pihak, maka pasien akan lebih mudah untuk menerima keadaan dirinya yang “baru”.

  • Melakukan Latihan Fisik

Selain adaptasi emosional, pasien juga memerlukan latihan fisik untuk mengembalikan fungsi bagian tubuh yang hilang sehingga tetap bisa beraktivitas dengan baik.  Latihan ini diperlukan untuk meningkatkan keseimbangan, kekuatan, fleksibilitas serta kebugaran kardiovaskuler.

Pada latihan fisik ini biasanya dokter juga akan menyarankan pasien untuk menggunakan alat bantu gerak.  Tujuannya adalah untuk memudahkan pasien dalam melakukan berbagai macam aktivitas harian seperti sedia kala sebelum kehilangan anggota tubuh atau jari tangan.

Alat bantu gerak tersebut dikenal dengan istilah prostetis yang fungsinya adalah sebagai pengganti anggota tubuh yang hilang.  Untuk tangan sendiri, tersedia alat bantu gerak berupa tangan palsu yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Agar gerakan tangan semakin optimal maka sangat penting bagi pasien untuk menggunakan tangan palsu yang benar-benar berkualitas.  Sebagai solusinya, Anda bisa mempercayakan kebutuhan tangan palsu serta alat bantu gerak lainnya kepada Kurnia Putra Ortipedi.

Perusahaan ini menyediakan berbagai macam alat bantu gerak pasca amputasi jari tangan yang dilengkapi dengan teknologi canggih sehingga bisa bergerak.  Biasanya tangan palsu ini bisa bergerak pada bagian siku, pergelangan tangan, hingga jari-jari tangan.

Dalam hal ini pasien bisa memesan alat bantu gerak pasca amputasi jari tangan sesuai dengan kondisi tangan sehingga alat prostetis bisa digunakan secara optimal.  Untuk info dan pemesanan, Anda bisa langsung mengunjungi situsnya di https://kurniaputraortopedi.com/.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *