Donec efficitur, ligula ut lacinia
viverra, lorem lacus.
Ketahui Indikasi Amputasi Kaki Diabetik Sedini Mungkin Untuk Cegah Komplikasi
Indikasi Amputasi Kaki Diabetik – Amputasi dapat terjadi karena beberapa hal seperti kecelakaan atau penyakit medis. Salah satu penyakit yang berujung pada amputasi kaki ialah diabetes. Anda perlu mengenali indikasi amputasi kaki diabetik sejak dini, untuk mencegah amputasi kaki tersebut.
Penderita diabetes melitus sangat rentan dengan luka di kaki yang berubah menjadi luka serius, kerusakan syaraf kaki hingga mengakibatkan amputasi kaki. Bagaimana cara mengetahui apakah kaki pada penderita diabetes perlu menjalani amputasi atau tidak?
Daftar Isi
Bagaimana Diabetes Menyebabkan Gangguan pada Kaki?

Sebelum mengetahui tanda-tanda kaki penderita diabetes yang berujung pada amputasi, Anda perlu memahami tentang penyakit diabetes terlebih dahulu. Diabetes adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa dalam darah sangat tinggi karena hormon insulin tak bekerja dengan baik.
Normalnya, sel akan mengubah glukosa tersebut menjadi energi dengan bantuan hormon insulin. Karena gangguan hormon insulin, maka sel tak dapat menyerap glukosa sehingga menumpuk dalam darah. Akibatnya pertumbuhan jaringan mengalami gangguan akibat penyumbatan pada aliran darah.
Sebagian besar penderita diabetes melitus harus rela kehilangan kakinya akibat komplikasi yang terjadi. Penyumbatan aliran darah ke kaki membuat jaringan di sekitarnya kesulitan untuk melakukan penyembuhan jika terjadi luka.
Tak heran jika luka kecil dapat berkembang menjadi besar atau bahkan menjadi infeksi karena jaringan tak mendapatkan nutrisi ketika aliran darah tersumbat. Jika infeksi sudah sangat parah hingga ke tulang dan terjadi kerusakan syaraf, tidak menutup kemungkinan kaki akan teramputasi.
Jenis Infeksi pada Kaki Penderita Diabetes
Anda perlu mengenal berbagai jenis infeksi dan indikasi amputasi kaki diabetik yang kerap menimpa kaki penderita diabetes. Mengetahui jenis infeksi tersebut lebih dini dapat membantu Anda melakukan penanganan lebih cepat, agar tidak terjadi infeksi parah atau komplikasi yang dapat berujung pada amputasi kaki.
Infeksi kaki pada penderita diabetes ini sering juga Anda kenal dengan istilah infeksi inframalleolar. Infeksi inframalleolar adalah infeksi yang menyerang jaringan lunak dan tulang di bagian bawah malleolus. Beberapa infeksi luka kaki yang sering terjadi pada penderita diabetes ialah:
- Selulitis
- Miositis
- Abses
- Fascitis Nekrotikan
- Paronikia
- Arthritis Septik
- Osteomyelitis
- Tendonitis
Apa Saja Indikasi Amputasi Kaki Diabetik?
Dokter tidak serta merta mengambil tindakan amputasi sebelum melakukan diagnosa dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pasien diabetes. Amputasi ini merupakan alternatif terakhir jika segala cara memang tidak membuahkan hasil.
Amputasi kaki pada penderita diabetes dapat mencakup amputasi jari kaki, kaki bagian bawah atau sampai atas lutut. Pengangkatan jaringan ini tergantung dari berapa besar jaringan mati yang perlu menjalani metode amputasi ini.
Karena amputasi pun cukup beresiko hingga mengancam nyawa pasien. Bahkan sebagian pasien diabetes yang sudah menjalani amputasi pun hanya mampu bertahan hidup kurang lebih 5 tahun saja. Berikut ini kondisi yang mengindikasikan kaki pada penderita diabetes bisa berujung amputasi:
-
Kulit Pecah-Pecah
Neuropati ialah salah satu penyakit syaraf yang biasa terjadi pada penderita diabetes. Penderita diabetes yang mengalami gangguan neuropati di kaki cenderung tidak dapat merasakan sensasi sakit ketika terjadi luka kecil, sehingga luka berkembang menjadi infeksi serius.
Kulit yang pecah-pecah dan sangat kering dapat menjadi indikasi neuropati pada pengidap diabetes. Kulit kering ini berpotensi membuat retakan yang berkembang menjadi luka dan infeksi.
-
Luka yang Sulit Sembuh
Anda mungkin sudah familiar dengan kondisi luka para pengidap diabetes yang sulit sembuh. Mayoritas pengidap diabetes akan mengalami kesulitan dalam penyembuhan luka karena sirkulasi darah yang tidak lancar pada area kaki.
Sirkulasi darah yang terhambat ini bisa saja berasal dari gangguan neuropati. Pada orang yang sehat aliran darah yang baik berfungsi mendistribusikan nutrisi ke sel-sel, sehingga jaringan yang terluka pun dapat sembuh dengan sendirinya.
Lain halnya dengan penderita diabetes terutama yang sudah mengalami gangguan neuropati pada kaki, maka jaringan di kaki pun sulit mendapatkan nutrisi sehingga tak mampu menyembuhkan luka. Bahkan luka dapat berkembang menjadi bisul, infeksi, hingga berujung amputasi kaki.
-
Kelainan pada Kuku Kaki
Penderita diabetes mungkin tidak sadar jika ada kelainan kuku kaki yang tumbuh ke dalam. Terkadang mereka pun tak sadar ketika ada jamur yang menyerang kuku mereka. Hal ini karena neuropati di mana penderita menjadi mati rasa karena syaraf kaki tidak merespon rasa sakit.
Lambat laun, kuku yang tumbuh ke dalam dan jamur yang menyerang pun dapat menimbulkan infeksi. Orang normal cenderung bisa merasakan nyeri ketika terjadi kelainan kuku yang tumbuh ke dalam. Penderita diabetes yang mati rasa tak dapat mendeteksi gejala ini sehingga terjadi infeksi.
-
Kapalan dan Mata Ikan
Kapalan dan mata ikan mungkin penyakit yang Anda anggap remeh jika memang dalam kondisi sehat. Namun bagi pengidap diabetes, mata ikan maupun kapalan yang tidak tertangani dengan baik dapat berubah menjadi borok.
Sekilas penyakit mata ikan atau kapalan ini terlihat sepele. Jika Anda mempunyai diabetes dan membiarkannya tanpa penanganan yang benar, maka kepalan dan mata ikan ini akan menimbulkan infeksi. Jadi, kapalan atau mata ikan dapat menjadi indikasi amputasi kaki diabetik.
-
Kaki Charcot
Sebagian pengidap diabetes juga mengalami kelainan bentuk kaki. Adanya neuropati ini membuat penderita diabetes gagal mengenali kondisi kakinya yang mengalami kelainan. Penyakit charcot adalah penyakit yang menyerang sendi, tulang, dan juga jaringan lunak di kaki.
Kegagalan pengidap diabetes dalam merespon rasa sakit, membuatnya tak sadar jika terjadi retak tulang atau kelainan bentuk pada kaki, sehingga tetap menggunakan kakinya untuk berjalan. Kondisi luka pada jaringan lunak kaki dan tulang yang sudah parah dapat berujung pada amputasi.
Alternatif Perawatan Kaki Para Penderita Diabetes
Untuk mencegah amputasi kaki, pengidap diabetes harus berhati-hati dan rajin memeriksakan ke dokter jika terdapat indikasi luka atau penyakit syaraf pada kaki. Dengan mengetahui gejala penyakit pada kaki lebih dini, Anda dapat melakukan penanganan yang tepat.
Perawatan luka dengan penanganan yang tepat akan menjaga kaki pengidap diabetes tetap berfungsi dan terlindungi dari infeksi parah. Dengan demikian, tak harus mengambil tindakan amputasi.
Penggunaan antibiotik cukup membantu penyembuhan luka dan pencegahan infeksi pada kaki diabetes. Metode revaskularisasi yang dapat memperbaiki aliran darah pun cukup efektif untuk menurunkan resiko amputasi pada kaki penderita diabetes.
Jika Anda sudah mencoba segala metode tetap tidak mampu mengatasi infeksi pada kaki yang sudah parah, mungkin dokter akan memutuskan untuk melakukan amputasi kaki. Meskipun Anda harus kehilangan kaki, Anda masih bisa menggunakan kaki palsu atau prosthesis.
Kami menyediakan berbagai jenis kaki palsu dan prosthetik yang tersedia dalam bermacam-macam ukuran. Anda dapat memilih jenis kaki palsu maupun alat bantu ortotik prostetik yang berkualitas bagus dan harga terjangkau di kurniaputraortopedi.com.
Agar Anda dapat menurunkan kemungkinan amputasi kaki karena penyakit diabetes, maka Anda harus mengenal beberapa indikasi amputasi kaki diabetik sedini mungkin. Penanganan luka yang tepat dan cepat mampu menurunkan resiko amputasi dan memperpanjang hidup Anda.