Donec efficitur, ligula ut lacinia
viverra, lorem lacus.
Gejala dan Ciri Ciri Skoliosis yang Harus Diwaspadai
Gejala dan Ciri Ciri Skoliosis – Salah satu kelainan tulang punggung yang biasa dikenal adalah skoliosis. Ciri ciri skoliosis ditandai dengan melengkungnya tulang belakang ke samping. Umumnya, tulang belakang melengkung ke bagian atas bahu dan di bawah punggung. Bagi penderita kelainan skoliosis, maka bentuk tulang punggungnya melengkung ke sisi samping dan tampak berbentuk huruf C atau S.
Kasus skoliosis awalnya bersifat ringan, namun seiring dengan bertambahnya umur, lengkungan tulang belakang bisa semakin buruk kondisinya. Dengan lengkungan cukup parah bisa mempengaruhi sistem kerja organ dalam dan akan sangat membahayakan.
Daftar Isi
Jenis Jenis Skoliosis yang Harus Diwaspadai

Tulang belakang yang mengalami kelainan seperti sesak napas karena beberapa organ tubuh terdesak oleh posisi tulang yang tidak semestinya. Selain itu, juga akan menimbulkan rasa nyeri di bagian tubuh lainnya. Skoliosis terdiri dari beberapa jenis dan berikut penjelasannya:
-
Skoliosis congenital
Penyebab kelainan skoliosis congenital adalah vertebra jania tidak mengembah dengan maksimal saat masing dalam kandungan. Penyakit ini biasanya diderita oleh bayi yang baru saja lahir. Kasus skoliosis jenis ini sangat sulit disembuhkan secara medis. Pasalnya, kelainan ini tingkat kompleksitasnya cukup tinggi jika dibanding dengan skoliosis idiopatik.
Bayi yang diduga mengalami skoliosis, dapat diketahui melalui hasil ronsen. Biasanya, apabila diduga bayi akan mengidap kelainan tulang belakang ini, maka akan dilakukan pemeriksaan CT scan MRI untuk memastikan seberapa serius dan kerumitan pada jalur tulang belakangnya.
-
Skoliosis Idiopatik
Kebanyakan, kasus skoliosis diidentifikasi sebagai skoliosis idiopatik dan kebanyakan diderita oleh anak-anak yang menginjak usia remaja. Sekitar umur 10 sampai 12 tahun. Jenis idiopatik terjadi pada remaja karena percepatan pertumbuhan dan ditemukan saat proses screening.
Penderita skoliosis idiopatik tidak merasakan sakit. Akan tetapi ciri ciri skoliosis idiopatik yang paling sering dapat dilihat dari kemiringan pinggul dan bahu, serta salah satu kaki tampak lebih panjang. Untuk mengetahui sejauh apa kelainan yang dialami harus dilakukan skrining.
-
Skoliosis degeneratif
Skoliosis degeneratif merupakan jenis kelainan tulang belakang yang sering dialami oleh orang lanjut usia akibat penurunan kualitas tulang. Semakin banyaknya usia seseorang, tentu ada beberapa bagian tubuh yang mengalami aus, salah satunya bagian tulang belakang. Kebanyakan, jenis Skoliosis degeneratif diderita oleh orang yang berusia di atas 40 tahun.
-
Skoliosis Neuromuskular
Penyakit skoliosis neuromuskular terjadi karena kelainan pada sistem otot maupun sistem saraf. Kebanyakan, penderita penyakit spina bifida dan cerebral palsy yang cenderung akan mengidap jenis skoliosis ini.
-
Skoliosis sindromik
Pengidap skoliosis sindromik biasanya diderita oleh pasien yang mempunyai sindrom tertentu. Misalnya gangguan pada jaringan ikat atau yang disebut dengan sindrom Marfan dan Ehlers Danlos. Ada juga sindrom trisomi 21, sindrom rett’s, prada will dan sindrom beale.
-
Kifosis Scheuermann
Anda bisa mengalami kelainan jenis Kifosis Scheuermann apabila terjadi pertumbuhan tulang belakang yang lambat saat masih kanak-kanak. Akibatnya tulang belakang yang ada di bagian depan ukurannya kecil sehingga membuat tulang belakang jadi melengkung.
Apa Sajakah Ciri-ciri Skoliosis yang Harus Diwaspadai ?
Kelainan tulang belakang dengan kondisi melengkung memang umum terjadi. Bisa menyerang siapa saja, baik bayi baru lahir, anak yang masih dalam masa pertumbuhan hingga orang dewasa dan para lansia.
Pada beberapa kasus melengkungnya tulang belakang, tidak disertai dengan tanda maupun gejala. Akan tetapi, dapat dilihat oleh orang lain melalui tampilan fisik yang mengalami perubahan, dengan beberapa gejala dan ciri-ciri dari kelainan tulang belakang membengkok adalah berikut ini:
- Pinggang kanan dan kiri posisinya tidak sejajar
- Bahu jadi miring
- 23% penderita skoliosis idiopatik merasakan nyeri punggung, kesemutan bahkan mati rasa.
- Terdapat tonjolan tulang belikat di satu sisi tubuh
- Satu sisi pinggul posisinya lebih tinggi dari pinggul sisi lain.
- Satu kaki ukurannya lebih panjang
- Posisi kepala tidak tepat di tengah-tengah pundak
Tampilan kulit yang melapisi tulang belakang akan muncul bercak berbulu dan area kulit cenderung masuk ke dalam juga menjadi salah satu Ciri ciri skoliosis.
Penyebab Kasus Skoliosis Pada Orang Dewasa dan Anak
Beberapa ahli berpendapat jika penyebab bengkoknya tulang belakang disebabkan oleh keturunan. Sedangkan untuk skoliosis yang dianggap umum disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:
- Cacat dari lahir
Kasus skoliosis yang dianggap tidak umum terjadi disebabkan oleh cacat lahir. Bawaan janin saat masih dalam kandungan sudah terkonfirmasi skoliosis. Maka dari itu, sangat penting rutin memeriksakan kandungan saat sedang hamil, mengingat ada banyak kemungkinan kelainan yang bisa terjadi pada janin, salah satunya skoliosis.
- Kondisi Neuromuskuler
Gangguan syaraf dan otot atau cerebral palsy juga menjadi salah satu kondisi yang umum terjadi yang membuat seseorang menderita tulang belakang melengkung. Itulah mengapa, perlu adanya pemeriksaan rutin ke laboratorium agar diketahui lebih awal kelainan yang diderita, sehingga bisa segera ditangani.
- Cedera atau infeksi
Kecelakaan, terjatuh dari ketinggian maupun tertimpa benda cukup berat pada bagian tulang belakang dapat menyebabkan skoliosis yang sering kali terjadi. Selain itu, infeksi tulang belakang juga jadi penyebab yang cukup lumrah terjadinya skoliosis.
- Osteoporosis
Penderita osteoporosis juga bisa menyebabkan tulang belakang jadi melengkung secara berlebihan. Biasanya diderita oleh lansia akibat kurangnya kalsium.
Faktor-Faktor yang Meningkatkan Resiko Skoliosis
Ada beberapa hal yang menjadi faktor meningkatnya resiko skoliosis, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
- Usia
Walaupun kondisi tulang belakang melengkung bisa dialami oleh siapa saja di usia berapapun. Namun, kebanyakan ciri ciri skoliosis dapat dilihat saat anak sudah mendekati usia pubertas.
- Jenis kelamin
Sebenarnya laki-laki maupun perempuan sama-sama beresiko mengalami skoliosis. Namun kecenderungannya, perempuan lebih tinggi level parahnya, sehingga perlu adanya pemeriksaan dan perawatan mulai dari sekarang untuk menghindari terjadinya tulang belakang melengkung lebih parah.
- Riwayat Kesehatan Keluarga
Genetik menjadi salah satu faktor resiko seseorang menderita tulang belakang melengkung. Perlu di cek apakah ada keluarga yang pernah mengalami kelainan serupa.
Komplikasi yang Disebabkan oleh Kelainan Skoliosis
Apabila kelainan skoliosis tidak ditangani segera akan menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya bagi penderitanya. Untuk itu, segeralah memeriksakan diri ke dokter apabila merasakan ciri-ciri skoliosis, karena efeknya dapat menyebabkan beberapa masalah berikut ini:
- Kerusakan jantung dan paru-paru
Kondisi tulang belakang melengkung dengan kasus cukup parah akan berakibat tertekannya tulang rusuk, sehingga jantung dan paru-paru juga mengalami penyempitan ruang. Akibatnya bisa membuat sistem pernafasan dan terganggunya peredaran darah.
- Gangguan pada punggung
Secara keseluruhan, penderita tulang punggung bengkok merasakan sakit di bagian punggung. Bahkan rasa sakit tersebut dirasakan cukup lama dan kronis. Sehingga menghambat aktivitas sehari-hari.
- Penampilan Jadi Buruk
Perubahan fisik pada penderita skoliosis parah jelas terlihat secara nyata. Bahu dan pinggang nampak tidak rata dan tulang rusuk terlihat menonjol. Bahkan pinggang juga akan miring ke salah satu sisi.
Semua orang tentu ingin hidup sehat dan tidak mengalami penyakit apapun dalam hidupnya. Namun kadang kala terjadi hal di luar kendali yang membuat kita harus mengalami gangguan kesehatan, termasuk skoliosis. Sehingga apabila melihat ada gejala seperti yang sudah dituliskan di atas, segera konsultasikan ke kurniaputraortopedi.com untuk segera memperoleh alat bantu seperti brace.