Donec efficitur, ligula ut lacinia
viverra, lorem lacus.
Bagaimana Cara Mengobati Skoliosis Leher ?
Cara Mengobati Skoliosis Leher – Lengkungan terjadi bukan hanya pada tulang belakang bagian bawah, tapi juga di sisi atas juga bisa berbentuk tidak normal. Hal tersebut dikenal sebagai skoliosis leher. Kondisi yang terjadi saat masa kanak-kanak menuju puber ini harus diwaspadai melalui pemeriksaan berkala menggunakan sinar X-ray.
Melakukan pengecekan sejak dini menjadi langkah awal supaya skoliosis jenis apa pun dapat ditanggulangi dengan segera. Beberapa kasus memang membuat penderitanya merasakan nyeri berkepanjangan, namun tidak sedikit pula yang biasa saja bahkan tidak merasakan sakit sedikit pun.
Daftar Isi
Penyebab Skoliosis Leher dan Cara Menanganinya

Beberapa kasus skoliosis pada leher, disebabkan oleh banyak faktor sama halnya dengan pembengkokan tulang belakang, di antaranya,
- Pola hidup tidak benar
- Leher kaku
- Cedera atau kecelakaan
- Saraf terjepit
- Kondisi medis tertentu
Agar bisa tahu, apakah Anda mengalami skoliosis leher atau tidak, harus ada pemeriksaan secara langsung oleh dokter ahli ortopedi. Mengingat bahwa sakit leher sering diderita banyak orang.
Jika memang Anda didiagnosa menderita skoliosis di leher maka dokter yang menangani akan memberikan beberapa tindakan sesuai dengan ketentuan.
- Melakukan observasi menggunakan X-Ray setiap 6 bulan sekali sesuai dengan besar sudut lengkungnya.
- Memakai alat bantu untuk menyangga leher
- Operasi apabila kondisi sudah semakin parah
Dokter juga akan memberikan obat penghilang rasa nyeri seperti ibuprofen dan paracetamol. Namun jika rasa sakit yang dirasakan tidak kunjung sembuh maka Anda harus kembali mengkonsultasikan kepada dokter spesialis untuk penanganan maksimal.
Lakukan Peregangan untuk Meluruskan Leher
Rasa tidak nyaman selalu dialami oleh penderita leher bengkok. Terlebih jika rasanya sakit, tentu akan terasa sangat menyiksa. Lakukan beberapa gerakan kecil untuk membuat leher bisa sedikit demi sedikit kembali lurus seperti semula dengan melakukan beberapa hal berikut ini.
Sebelum melakukan peregangan leher, ada baiknya jika Anda melakukan pemanasan supaya otot pada leher tidak kaku dan terasa nyeri. Putar kepala membentuk setengah lingkaran ke arah kiri dan kanan kemudian mulailah untuk meregangkan otot leher dengan cara memiringkan kepala ke sisi kanan.
Putar ke arah berlawanan dan dimiringkan ke sebelah kiri. Lakukan latihan ini secara rutin untuk hasil yang maksimal. Perlu diingat bahwa jangan melakukan peregangan leher secara tiba-tiba dan berlebihan karena justru akan menimbulkan cedera dan rasa sakit lebih parah.
- Peregangan leher ke depan dan ke belakang
Gerakan ini bertujuan untuk membantu Anda untuk mengembalikan fleksibilitas leher. Dilakukan dengan cara menundukkan kepala dan mendoakannya kembali hingga wajah menghadap ke atas.
Pada saat menunduk, usahakan dagu bisa menyentuh bagian dada lalu tahan 15 detik. Kemudian baru angkat sampai kepala menuju arah belakang dan wajah bisa melihat bagian atas. Lakukan gerakan tersebut sebanyak 10 kali dan rutin setiap hari.
Untuk melakukan gerakan tersebut harus dijalankan secara perlahan-lahan dan saat mendongakkan kepala, pergerakan yang dibuat harus sangat lamban agar terhindar dari rasa sakit.
- Meregangkan leher ke samping
Gerakan ini disebut dengan fleksi lateral leher. Menengok ke kiri dan ke kanan menjadi gerakan senam ringan dan bisa dilakukan oleh penderita skoliosis leher. Tegakkan badan agar kepala dan dagu bisa sejajar dengan lantai.
Anda bisa meregangkan otot leher saat menengok ke kanan dan ke kiri lalu berhenti selama 15 detik di setiap putaran. Hentikan gerakan apabila kepala terasa seperti tertahan walaupun kepala belum sejajar dengan bahu.
- Gunakan tangan untuk meregangkan leher
Anda bisa melakukan latihan gerakan ini dengan cara berdiri maupun duduk namun dengan posisi punggung tegak. Tengoklah ke kanan sambil melihat langit-langit dengan cara mendongakkan kepala. Kemudian arahkan pandangan ke depan lalu miringkan kepala ke arah kanan.
Pakai tangan kanan untuk menarik kepala menuju bahu kanan secara perlahan. Lalu tahan beberapa detik. Lakukan gerakan secara bergantian ke kiri dan kanan dan jangan memiringkan kepala terlalu jauh.
- Gerakan mendekatkan tulang belikat
Cara ini cukup efektif untuk meregangkan otot bagi penderita skoliosis pada leher. Merilekskan bahu dengan meluruskan lengan berada di sisi tubuh. Dekatkan tulang belikat dan tahan 5 detik. Lepaskan dan ulangi gerakan yang sama setidaknya 10 kali.
Sangat disarankan untuk melakukan gerakan 3 set setiap hari. artinya 10 x 3 adalah 30 kali. Apabila terasa nyaman, tingkatkan intensitas peregangan dengan menahan selama 10 detik, yang semula 5 detik.
Ubah Pola Hidup Agar Sembuh Dari Skoliosis
Salah satu penyebab seseorang menderita skoliosis leher adalah pola hidup yang tidak benar. Maka untuk membuat kembali sehat dan normal adalah dengan memperbaiki pola hidup. Beberapa hal yang harus diubah agar tulang leher kembali normal adalah sebagai berikut.
- Menyesuaikan layar monitor
Tanpa disadari, setiap hari kita berada di depan komputer membuat tulang leher ber bengkok karena posisi monitor yang kurang tepat. Ubah posisi monitor supaya sepertiga layar tepat berada di depan mata saat menatap lurus ke depan. Usahakan jarak antara monitor dan mata sekitar 15 – 60 cm.
- Membiasakan diri untuk duduk tegak
Usahakan, saat duduk posisi bokong menyentuh pada sandaran kursi kemudian tekan punggung bagian atas menuju sandaran kursi agar punggung tengah melengkung. Jangan lupa untuk duduk tegak dan leher lurus.
- Pilih bantal kepala yang dapat menyangga leher saat tidur
Setiap hari manusia menghabiskan waktu tidur rata-rata 8 jam sehari. Sehingga bantal yang digunakan harus senyaman mungkin dan tidak akan membuat leher jadi bengkok. Maka dari itu memilih bantal yang tepat harus dilakukan.
Bantal tidak hanya sekedar terasa empuk namun juga bisa menyangga leher agar punggung, dada dan leher tetap terjaga dalam kondisi lurus. Bantal yang terlalu tebal atau tipis justru akan menimbulkan ketegangan pada otot leher.
Usahakan untuk menggunakan bantal berbahan karet busa sehingga bisa menyesuaikan dengan bentuk lekukan leher hingga kepala. Anda juga bisa memilih bantal yang bentuknya melingkar ke leher. Mengganti bantal setiap satu tahun sekali juga sangat dibutuhkan.
Cara Mengobati Skoliosis Leher dengan Cervical Collar
Bagi sebagian orang istilah cervical collar masih terdengar cukup asing. Alat ini merupakan penyangga leher atau tulang vertikal. Alat bantu ini dapat digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami cedera pada leher, termasuk penderita skoliosis di leher.
Tujuan menggunakan cervical collar adalah untuk mengembalikan posisi tulang leher agar bisa kembali lurus. Selain itu, tujuannya adalah sebagai berikut.
- Agar tidak terjadi gerakan leher yang berlebihan
- Mencegah pergerakan tulang bagi yang mengalami patah tulang leher
- Cedera tulang belakang bisa dikurangi dengan penggunaan cervical collar
- Mengurangi rasa sakit pada penderita cedera tulang leher
Jangka waktu penggunaan cervical collar ini bermacam-macam tergantung dari tingkat keparahan pasien. Anda bisa memesan alat bantu ini melalui kurniaputraortopedi.com karena sudah terbukti dapat membuat cervical collar dan berbagai alat bantu kesehatan lainnya dengan baik dan maksimal.