Benarkah Skoliosis Disebabkan karena Terlalu Kurus?

Benarkah Skoliosis Disebabkan karena Terlalu Kurus? – Kasus skoliosis paling umum ditemukan pada remaja yang menginjak masa puber dengan jenis skoliosis idiopatik, yang tidak jelas penyebabnya. Namun menurut data, kebanyakan skoliosis disebabkan karena terlalu kurus, apalagi untuk kasus remaja putri.

Penambahan tinggi badan dan pertumbuhan tulang yang cukup pesat membuat skoliosis juga berkembang dengan progresif. Maka, melakukan deteksi dari awal sangat dibutuhkan agar ada penanganan awal.

Faktor yang Diduga Menyebabkan Skoliosis

skoliosis disebabkan karena
orami

Pembengkokan tulang belakang berjenis idiopatik bisa dikatakan sebagai kelainan multifaktorial karena tidak mungkin ada penyebab tunggal pada kasus skoliosis. Beberapa faktor yang diduga merupakan penyebab skoliosis adalah sebagai berikut:

  • Faktor keturunan atau genetik
  • Kelainan neurologis
  • Terjadi gangguan hormon dan metabolisme
  • Faktor biomekanik

Hubungan antara Terlalu Kurus dengan Kelainan skoliosis

Beberapa penelitian yang dilakukan di berbagai negara menemukan fakta bahwa skoliosis disebabkan karena terlalu kurus. Ada hubungan erat antara kurangnya berat badan dengan kelainan tulang belakang membengkok. Kurus merupakan kondisi seseorang yang indeks massa tubuhnya kurang dari angka normal.

Untuk mengetahui apakah putri Anda bobot tubuhnya terlalu kurus, tidak hanya bisa dilihat secara kasat mata. Cara Menghitung dan Interpretasi Body Mass Index adalah sebagai berikut:

BWI Berat Badan
(Tinggi Badan)2

Satuan berat badan dalam kg

Satuan tinggi dalam cm

BWI STATUS BERAT BADAN
Kurang dari 18,5 Kekurangan berat badan
18,5 – 24,9 Ideal (Normal)
25,5 – 29,9 Kelebihan berat badan
30,0 – lebih Obesitas / kegemukan

Contohnya:

Ada seorang remaja dengan berat 40 kg

Tinggi 160 cm = 1,6 m

BWI 40
1,6 x1,6

= 15,74

Maka dapat dilihat jika seorang remaja tersebut kekurangan berat badan.

Data menyebutkan, skoliosis tidak membuat remaja mengalami kekurangan berat badan, justru sebaliknya, kekurangan berat badanlah yang menjadi salah satu faktor penyebab seorang remaja mengalami pembengkokan tulang belakang. Maka dari itu, hal ini sangat perlu diwaspadai.

Hubungan erat antara kekurangan berat badan disebabkan oleh rendahkan hormon leptin yang mengakibatkan penderita skoliosis mengalami level keparahan tinggi. Sedangkan, leptin memiliki beberapa peran penting, di antaranya.

  • Leptin berperan dalam pembentukan metabolisme tulang pada masa kanak-kanak.
  • Leptin diproduksi oleh sel lemak yang ada pada tubuh dan berfungsi untuk mengatur kembali kadar lemak dan energi konsumsi dalam tubuh.

Remaja yang mengalami kekurangan berat badan, jumlah massa otot dan lemaknya rendah dibawah rata-rata normal.  Hasil penelitian menemukan fakta bahwa skoliosis idiopatik yang diderita para remaja putri akan mengalami kekurangan laptop dan hormon, yang erat kaitannya dengan indeks bobot tubuh dan massa tulang sangat rendah.

Para orang tua harus lebih aware terhadap kondisi anak yang mengalami kekurangan berat badan, karena bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya skoliosis.

Pencegahan sejak dini dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan ke dokter agar bisa segera mengoreksi kelainan skoliosis yang mungkin terjadi pada putri Anda.

Di sisi lain, kondisi penderita skoliosis disebabkan karena underweight ini akan semakin buruk keadaannya jika tidak segera mendapatkan penanganan secara maksimal. Pasalnya, massa otot yang berada di bawah rata-rata juga akan menambah kondisi semakin buruk.

Dibutuhkan jumlah massa otot yang cukup untuk mempertahankan tulang agar tidak semakin membengkok.

Brace Sebagai Terapi yang Efektif untuk Kelainan Tulang Belakang Bengkok

Sebelum dokter memastikan seorang pasien harus menggunakan brace atau hanya melakukan terapi lain, harus ada pemeriksaan lebih lanjut terkait seberapa parah derajat lengkungan pasien.

Apabila kondisi pasien mengalami kekurangan berat badan, maka dokter akan menyarankan untuk menggunakan brace sebagai langkah antisipasi menambahnya sudut bengkok di tulang belakang.

Brace yang digunakan sudah dibuat sesuai dengan postur tubuh oleh pihak kurniaputraortopedi.com sebagai penyedia layanan pembuatan brace terbaik. Jadi, akan terasa nyaman walau harus menggunakan penopang berkualitas ini. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:

1.     Pemakaian Tali Pengikat Depan Harus Kencang

Terapi dengan menggunakan brace ini akan bisa dirasakan secara maksimal khasiatnya apabila tali pengikat depan di tali dengan kencang. Dokter akan memberikan arahan seberapa kencang harus ditarik agar brace bisa tertutup secara tepat.

Mungkin, pasien akan melonggarkan tali atau strap saat sedang makan maupun tidur. Sehingga brace hanya sekedar menempel di badan dan tidak mengoreksi skoliosis anak. Sedangkan yang dibutuhkan adalah counter rotasi maupun tekanan mencapai level tertentu agar dapat mengoreksi tulang belakang yang bengkok.

Kondisi tersebut, hanya bisa dilakukan jika brace tertutup dan dikencangkan dengan tepat. Tali atau strap boleh dikendorkan saat makan atau masih dalam proses adaptasi sekitar 1 hingga 2 minggu.

Hanya boleh dikendorkan 1-2 cm dari batas yang sudah ditentukan dengan kondisis tali bawah dan atas dikendurkan bersamaan.

Jangan mengendurkan pada satu sisi saja, misalnya bagian atas dan tetap mengencangkan di bagian bawah. Hal ini akan membuat tulang belakang tidak terkoreksi dengan benar. Skoliosis disebabkan karena berat di bawah rata-rata ini, harus benar-benar diperhatikan cara penggunaan brace-nya.

Alat terapi penopang atau brace juga harus secara konsisten dipakai agar tulang yang tumbuh pada anak ikut sesuai pembentukan dari brace. Setidaknya penggunaan brace sekitar 22 jam sehari.

Sering mengendurkan brace, setelah beberapa waktu maka jika brace digunakan kembali sesuai arahan, maka tidak sesuai dengan postur tubuh. Hal tersebut dikarenakan perubahan tulang belakang tidak mengikuti arahan brace.

2.     Posisi dan Penempatan Brace Harus Secara Benar

Brace 3D akan mengoreksi lengkungan tulang belakang, dapat counter rotasi pada punuk dan punggung. Selain itu, juga dapat memperbaiki tegapnya badan. Maka dari itu, sangat penting memahami posisi penggunaan brace secara benar sebelum dikencangkan agar hasilnya maksimal.

3.     Perawatan Kulit yang Benar Saat Menjalani Terapi Brace

Penting untuk melakukan perawatan kulit dengan benar supaya saat melakukan terapi brace semakin nyaman tanpa ada hambatan. Mengingat harus menggunakan brace setidaknya 22 jam dalam sehari, tentu akan membuat kulit jadi terkunci dan sulit untuk bernapas.

Lakukan tips berikut ini agar terhindar dari kulit kusam dan kering:

  • Mandi 2x dalam sehari.
  • Pakai singlet atau pakaian dalam yang tipis dan ganti 3x sehari agar keringat tidak menumpuk.
  • Oleskan alkohol 70% atau tepung maizena ke bagian tubuh yang kontak dengan brace.
  • Apabila kulit ada yang lecet dan kemerahan akibat penggunaan brace, oleskan salep antiseptic.

4.     Periksakan Rutin ke Dokter

Pemeriksaan berkala harus dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk mengecek kondisi derajat kemiringan tulang belakang. Dokter harus memonitor sejauh apa perkembangan penggunaan brace agar bisa memperbaiki alat terapi tersebut apabila sudah terjadi perbaikan sudut.

Biasanya dokter juga akan memberikan obat atau terapi tambahan agar mempercepat proses pengembalian tulang belakang secara sempurna.

Skoliosis disebabkan karena berat badan kurang mungkin dialami oleh putri Anda, namun tidak menutup kemungkinan, seorang remaja berjenis kelamin pria juga mengalami hal tersebut. Pemeriksaan sejak dini harus benar-benar dilakukan agar dapat segera diatasi dan diperbaiki sehingga tidak menimbulkan komplikasi berbahaya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *